Media Informasi Seputar pendidikan

Showing posts with label Sentra dan BCCT. Show all posts
Showing posts with label Sentra dan BCCT. Show all posts

Thursday, November 29, 2018

PRINSIP UMUM DALAM PEMBELAJARAN PAUD TERPADU

Pendidikan anak usia dini yang diterapkan dalam pembelajaran PAUD terpadu didasarkan atas  PRINSIP UMUM DALAM PEMBELAJARAN PAUD TERPADU
Pendidikan anak usia dini yang diterapkan dalam pembelajaran PAUD terpadu didasarkan atas prinsip-prinsip yang umum tetapi sangat penting sebagai berikut :

1. Berorietasi pada kebutuhan anak
Pada dasarnya  setiap anak memiliki kebutuhan dasar yang sama, seperti kebutuhan fisik, rasa aman, dihargai, tidak dibeda-bedakan, bersosialisasi, dan kebutuhan diakui. Karena itu hak anak dapat menjadi acuan utama dalam memenuhi kebutuhan anak.

2. Sesuai dengan perkembangan anak
Setiap usia mempunyai tugas perkembangan yang berbeda-beda, misalnya pada usia 4 bulan pada umumnya anak bisa bisa tengkurap, usia 6 bulan bisa duduk, 10 tahun bisa berdiri, dan 1 tahun bisa berjalan. Pada dasarnya semua anak memiliki pola perkembangan yang dapat diramalkan, misalnya anak akan bisa berjalan setelah bisa berdiri.

3. Sesuai dengan keunikan setiap individu
Anak merupakan individu yang unik, masing-masing mempunyai gaya belajar yang berbeda. Anak yang lebih mudah belajarnya dengan menggunakan (auditori), ada yang dengan melihat (visual) dan ada yang harus dengan bergerak (kinestetik). Anak juga memiliki minat yang berbeda-beda terhadap alat/bahan yang dipelajari/dipergunakan, juga mempunyai temperamen yang berbeda, bahasa yang berbeda, cara merespon lingkungan, serta kebiasaan yang berbeda.

4. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain
Pembelajaran dilakukan dengan cara menyenangkan. Melalui bermain anak belajar tenang : konsep-konsep matematika, sains , seni dan kreitivitas , bahasa, sosial , dan lain-lain. Selama bermain, anak mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan aspek-aspek atau niali-nilai moral, fisik/motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni.

5. Anak belajar dari konkrit ke abstrak, dari yang sederhana ke yang kompleks, dari gerakan ke verbal, dan dari diri sendiri ke sosial. Ini meliputi hal-hal sebagai berikut:
  • Anak belajar mulai dari hal-hal yang paling konkrit yang dapat dirasakan oleh inderanya (dilihat, diraba, dicium, dicecap, didengar) ke hal-hal yang bersifat imajinasi.
  • Anak belajar dari konsep yang paling sederhana ke konsep yang lebih rumit, misalnya mula-mula anak memahami apel sebagai buah kesukaannya, kemudian anak memahami apel sebagai buah yang berguna untuk kesehatannya.
  • Kemampuan komunikasi anak dimulai dengan menggunakan bahasa tubuhnya lalu dikembangkan dengan menggunakan bahasa lisan.
  • Anak memahami lingkungannya dimulai dari hal-hal yang terkait dengan dirinya sendiri, kemudian ke lingkungan dan orang-orang yang paling dekat dengan dirinya, sampai kepada lingkungan yang lebih luas.
6. Anak sebagai pembelajar aktif
Dalam proses pembelajaran, anak anak merupakan subjek atau pelaku kegiatan dan pendidik merupakan fasilitator. anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar, mempunyai banyak ide, dan tidak berdiam diri dalam jangka waktu lama.

7. Anak belajar melalui interaksi sosial
Pembelajaran anak melalui interaksi sosial baik dengan orang dewasa maupun  dengan teman sebaya yang ada dilingkungannya. Salah satu cara anak belajar adalah dengan cara mengamati, meniru, dan melakukan. Orang dewasa dan teman-teman yang dekat dengan kehidupan anak merupakan obyek yang diamati dan ditiru anak, Melalui cara ini anak belajar cara bersikap, berkomunikasi, berempati, menghargai, atau pengetahuan dan keterampilan.

8. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar
Lingkungan merupakan sumber belajar yang sangat bermanfaat bagi anak. Lingkungan berupa lingkungan fisik adalah bagian dari penataan ruangan, penataan alat main, benda-benda perubahan benda (daun muda - daun tua, daun kering, dst), cara kerja benda (bola didorong akan menggelinding, sedangkan kubus didorong akan menggeser, dst), dan lingkungan non fisik berupa kebiasaan orang-orang sekitar, suasana belajar (keramahan pendidik, pendidik yang bersiap membantu. dst)

9. Merangsang munculnya kreativitas dan inovatif.
Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi kreativitas yang sangat tinggi. Ketika anak diberi kesempatan untuk menggunakan berbagi bahan dalam kegiatan permainannya, maka anak akan dapat belajar tentang berbagai sifat dari bahan-bahan tersebut.

10. Mengembangkan kecakapan hidup anak.
Kecakapan hidup meruapakn suatu ktrampilan yang perlu dimiliki anak melalaui pengembangan karakter. Karakter yang baik dapat dikembangkan dan dipupuk sehingga menjadi modal bagi masa depannya kelak. Kecakapan hidup di-arahkan untuk membantu anak menjadi mandiri, tekun, bekerja keras, disiplin, jujur, percaya diri, dan mampu membangun hubungan dengan orang lain. Kecakapan hidup merupakan keterampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak. Ini akan sangat menunjang seseorang agar kelak dapat menjadi orang yang berhasil.

11. Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar.
Sumber dan media belajar untuk PAUD tidak terbatas pada alat dan media hasil pabrikan, tetapi dapat menggunakan berbagai bahan dan alat yang tersedia dilingkungan sepanjang tidak berbahaya bagi kesehatan anak. Air, tanah lempung, pasir, batu-batuan, kerang, daun-daunan, ranting, karton, botol-botol bekas, perca kain, baju bekas, sepatu bekas, dan banyak benda lainnya dapat dijadikan sebagai media belajar untuk mengenalkan banyak konsep; matematika, sains, sosial, bahasa, dan seni.   

12. Anak belajar sesuai dengan kondisi sosial budayanya
Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan wahana anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang berakar pada sosial budaya yang berlaku di lingkungan Pendidik mengenalkan budaya, kesenian, permainan, anak, baju daerah menjadi bagian dari setting dan pembelajaran baik secara regular maupun melalui event tertentu

13. Melibatkan peran serta orang tua yang bekerja sama dengan para pendidik di lembaga PAUD
orang tua menjadi sumber informasi mengenai kebiasaan, kegemaran, ketidaksukaan anak, dan lain-lain yang digunakan pendidik dalam penyusunan program pembelajaran. Orangtua juga dilibatkan dalam memberikan keberlangsungan pendidikan anak di rumah.

14. Stimulasi pendidikan bersifat menyeluruh yang mencakup semua aspek perkembangan
Saat anak melakukan sesuatu, sesungguhnya ia sedang mengembangkan berbagai aspek perkembangan/kecerdasan. Sebagai contoh saat anak makan, ia mengembangkan kemampuan bahasa (kosa kata tentang nama bahan makanan, jenis makanan, dan sebagainya), gerakan motorik halus (memegang sendok, membawa makanan kemulut), kemampuan kognitif (membedakan jumlah makanan yang banyak dan sedikit). kemampuan sosial emosional (duduk dengan tepat saling berbagi, saling menghargai keinginan teman), dan aspek moral(berdoa sebelum dan setelah makan).

Demikian prinsip-prinsip umum pendidikan anak usia dini yang diterapkan dalam pembelajaran PAUD terpadu di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Semoga bermanfaat, terimakasih.


Sumber: Bahan diklat TOT Pendidik PAUD Direktorat Jenderal  tahun 2012.

CONTOH PIJAKAN SEBELUM MAIN SAAT LINGKARAN YANG SESUAI USIA ANAK.

Bunda dalam BCCT saat lingkaran merupakan kegiatan harian penting di dalam pembelajaran, pada saat itu juga bisa memberikan beberapa penguatan yang sangat bermanfaat kepada anak. Tetapi tahukah bunda bahwa dalam kegiatan Pijakan Sebelum main, ternyata ada perbedaan antara kegiatan Pijakan sebelum main untuk anak Usia 2-3 tahun dengan Pijakan sebelum main  untuk anak usia 3-6 tahun.
   
Saat lingkaran anak-anak dapat melakukan kegiatan antara lain :
Mendengarkan cerita, belajar siapa yang hadir dan tidak, mendiskusikan kegiatan hari ini, berbicara kejadian-kejadian istimewa sehari-hari, mengetahui dan bermain dengan bahan/alat main yang baru di sentra, membahas, aturan main, bernyanyi atau bergerak mengikuti irama.


Berikut ini contoh Pijakan sebelum main di PAUD yang sesuai dengan usia anak :


PIJAKAN SEBELUM MAIN
USIA 2 – 3 TAHUN

  1. Membacakan cerita atau bernyanyi
  2. Mendiskusikan secara singkat dan sederhana aturan bermain (misal: kita menggali pasir atau kita melempar bola).
  3. Memberikan gagasan penggunaan alat/bahan main (misal: truk sudah siap mengangkut pasir)
  4. Membantu anak mengalami interaksi sosial yang positif.

PIJAKAN SEBELUM MAIN
USIA 3 – 6 TAHUN
  1. Membacakan cerita atau bernyanyi
  2. Mendiskusikan secara singkat dan sederhana aturan bermain (misal: kita menggali pasir atau kita melempar bola).
  3. Memberikan gagasan penggunaan alat/bahan main (misal: truk sudah siap mengangkut pasir)
  4. Membantu anak mengalami interaksi sosial yang positif.
Demikian bunda sekalian, semoga dapat bermanfaat untuk kegiatan pembelajaran di PAUDnya. terimakasih.

Wednesday, November 28, 2018

KUMPULAN LAGU-LAGU ANAK TK/ PAUD RELIGIUS ISLAMI UNTUK SENTRA IMTAQ


ya robbi robbul izzati masukanlah diri ini KUMPULAN LAGU-LAGU ANAK TK/ PAUD RELIGIUS ISLAMI UNTUK SENTRA IMTAQ
LAGU : ALLAH MAHA MELIHAT

Allah maha melihat
semua tingkah lakumu
Tuhan maha mendengar
semua perkataanmu.

ayo kita kita wapada
jangan berbuat dosa
ingat-ingatlah slalu
Allah mengawasimu.




LAGU: MAU BER’DOA

Jika aku ber do’a kuangkat tanganku
Dengan suara lembut tidak berteriak
Berdoa sungguh-sungguh agar dikabulkan
Segala permohonan hamba yang beriman
Buka tutup (2x) betepuk tangan
Buka tutup (2x) tadahkan tangan mu.





LAGU: CIPTAAN ALLAH

Aku berjalan ikan berenang 
ular berayap burung terbang 
hujan turun bunga  berkembang
Allah jadikan karena sayang ....2x



LAGU: TUHAN PENCIPTANYA

Belalai gajah yang panjang
sayap burung dara
ikan yang pandai berenang
Tuhan Allah penciptanya...2X


LAGU: CIPTAAN ALLAH

Aku berjalan 
Ikan berenang
Ular melata burung terbang
Hujan turun
Bunga berkembang
Allah ciptakan karena sayang.


LAGU: AKU ANAK ISLAM

Aku anak Islam'
Ummi abi Islam
Temanku juga Islam bu guru juga Islam
Aku pandai membaca
Menulis juga bisa
Di TK Islam ....... (nama TK).. Namanya.


LAGU: MASJID

Masjid tempat beribadah
Tempat umat shalat berjamaah
Rumah Allah agung suci mulia
Lambang persatuan takwa
Masjid temapt beribadah
tempat berhimpun memuji Allah.


LAGU: AL AMIN

Al Amin engkau nabiku
Al Amin engkau junjunganku
Muhammad engkau penuntunku
Al Amin itu panggilanmu



LAGU: AKU ANAK SHOLEH
(Ciptaan: Otib S.)
 
Aku anak sholeh
Selalu rajin shalat
Taat pada nasihat ayah ibu dan guru
Taat pada Al-Qir'an
Taat padad As Sinnah
Bercita-cita mulia menegakan ajaran Islam
                                           

LAGU: TAMAN BUNGA
(Ciptaan: Otib S.)

Sungguh indahnya taman
Bunga-bunga menawan
Kupu-kupu riang
Sungguh senang hatiku
Warna-warni bunganya
Sungguh harum baunya
Sejuk segar rasanya
Duduk di taman bunga
Subhanallah wal hamdulillah
Aku bersyukur pada Engkau yang luhur.


LAGU: BULAN RAMADHAN
(Ciptaan: Otib S.)

Bulan ramadhan bulan yan suci
Penuh barokah dari ilahi
Tempat memohon mengharap diri
Dapat ampunan robbul izzati
Ramadhan itu penuh ajaran
Membimbing kita sabar dan tahan
Hawa nafsu dan ajakan setan
Tak punya tempat dan dihilangkan 
Marilah kawan kita syukuri
Rahmat ilahi yang maha suci
Allah menyuruh kita peduli
pada sesama kita memberi. 


LAGU:  MALAM LAILALTUL QODAR
(Ciptaan: Otib S.) 

Malam lailatur qodar
Malam lailatur qodar
Penuh keselamatan 2X
dan keutamaan
Ya robbi robbul izzati
turunkanlah kepadaku
karunia-Mu penuh kasih penuh sayang
ya robbi robbul izzati masukanlah diri ini
pada hamba-hamba-Mu yang diselamatkan. 
 

LAGU: MUSLIM PANGGILANKU
(Ciptaan: Otib S.)
                                      
Islam agamaku
Muhammad nabiku
Al-Qur'an katabku akupun tak ragu
Segala puji, Bagimu robbi
Kuberserah diri, Padamu ilahi
Muslim panggilanku
penganut Islam yang khusus
Muhammad lah panutanku
Hingga dunia ini berlalu
Muslim panggilanku
Penganut Islam yang khusu
Muhamammad lah panutanku
Aku pun tak ragu.


 LAGU: AKU ANAK MUSLIM
(Ciptaan : AT. Mahmud)

Aku bahagia tiada tuahn melainkan Allah
Aku bahagia kitabku Al Qur'anul karim
Aku bahagia Muhammad Rasulullah

Aku bahagia dan bangga
Aku anank muslim 2 X
                         

LAGU: SHALAT FARDHU
(Ciptaan : AT. Mahmud)

Coba sebutkan sholat-sholat fardhu
Semua ada lima
Subuh dzuhur ashr maghrib dan isya
Kewajiban kita semua 2 X
                         

LAGU: BERDOA DENGAN TANGANKU

Jari tangan kananku ada lima
jari tangan kiri ku ada lima 
kalau kusatukan jadi sepuluh
agar aku dapat bedoa sungguh-sungguh

Allah ciptakan tanganku
Allah ciptakan kaki ku
dengan jari-jari yang sangat indah
Allah maha Esa
Allah maha kuasa pencipta segalanya
yang ada di alam semesta.

 

PENGERTIAN DAN MANFAAT MAIN SENSORIMOTOR

Main Sensorimotor adalah kegiatan dimana anak PENGERTIAN DAN MANFAAT MAIN SENSORIMOTOR
Pengertian Main Sensorimotor
 
Main Sensorimotor adalah kegiatan dimana anak-anak bermain dengan menggunakan seluruh panca indra mereka. Pada tahap ini anak-anak mendapat kesempatan untuk berhubungan dengan alat, orang maupun lingkungan yang ada disekitarnya.

Kegiatan main sensorimotor nampak jelas pada anak yang baru lahir sampai usai 2 tahun, dimana anak mendapat pengalaman belajar melalui alat indera mereka. Misalnya memasukan buku ke dalam mulut, menendang menarik sesuatu.

Kegiatan main sensorimotor, pada usia 3-6 tahun dapat dijumpai di semua kegiatan main yang ditata di sentra-sentra. Selama anak berhubungan dengan kegiatan yang melibatkan seluruh indera, misalnya dengan main mengosongkan, mengisi, menendang, maka anak sedang dalam tahap menguatkan panca indra.

Bila seluruh indera bekerja secara maksimal maka anak akan mampu menyerap seluruh informasi yang berguna untuk mengoptimalkan potensi dalam dirinya.

Tujuan Main Sensorimotor

Main sensorimotor bertujuan untuk memberikan rangsangan secara terus menerus melalui kegiatan bermain yang melibatkan panca indra agar potensi anak bekembang secara optimal.

Pengalaman Main Sensorimotor

Pengalaman main sensorimotor dapat terpenuhi bila :
  1. Anak diberi kesempatan untuk berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan, baik di dalam maupun di luar ruangan
  2. Anak diberi kesempatan bergerak bebas, bermain di halaman atau di lantai atau ditempat yang aman dan nyaman.
  3. Memberi kesempatan pada anak untuk berhubungan dengan banyak tekstur (permukaan halus-kasar, licin-kesat dan lain-lain).

Manfaat Main Sensorimotor

Beberapa manfaat main sensorimotor :
  1. Panca indera anak dirangsang untuk mendapat informasi, ketika anank bersentuhan dengna orang lain, alat main, dan dirinya sendiri serta lingkungan sekitarnya. Misalnya anak dapat menemukan perbedaan kasar dan halus dengan menggunakan indera peraba. Contoh: anak memegang alat main, daun, pepohonan, batu-batuan, bersalaman dengan teman dan dengan pendidik, dan lain-lain.
  2. Kemampuan anank untuk melakukan gerakan yang lebih terarah dan bermakna semakin berkembang. Contoh bayi menggeliat menjauhkan diri karena karena terkena benda dingin, anak melukis dengan jari.
  3. Mempertebal sambungan antar neuron (pusat syaraf) melalui penglihatan, bunyi, perasaan, bau, dan pengecapan akan memperlancar hubungan antar neuron. Contoh : Anak dilibatkan dalam kegiatan memasak, menyapu, mencuci, melipat pakaian, berdiskusi tentang rasa makanan dan minuman, dan lain-lain.
Tahapan Sensorimotor

a. Sensorimotor 1

Anak mengulang beberapa gerakan saat bermain untuk menikmati hasil yang ditimbulkan dari gerakan tersebut. Saat bermain anak tidak menggunakan alat bermain, hanya menggunakan anggota tubuh.
Contoh :
1. Memercikkan air dengan tangan
2. Menepuk pasir
3. Bertepuk atau melambaikan tangan

b. Sensorimotor 2

Anak terlibat dalam pengulangan tindakan dengna menggunakan benda/alat. Tindakan yang sama diulang-ulang untuk

melihat, mendengar atau merasakan kembali.
  1. Anak memukul-memukul sesuatu di meja berulang-ulang untuk menikmati suaranya.
  2. Anak mencelupkan saringan ke bak air dan memperhatikan air mengalir kembali ke baknya
  3. Memukul-mukul sekop dalam pasir
  4. Menuangkan air dari wadah melalui tangan

c. Sensorimotor 3

Anak melakukan kegiatan berulang-ulang kegiatan yang merupakan sebab akibat sederhana yang memiliki tujuan tertentu.
Contoh :
  1. Anak memiliki tujuan mengisi wadah menggunakan sekop dengan tujuan mengisi wadah tersebut.
  2. Menuangkan air ke dalam teko dengan tujuan mengisi penuh teko tsb.
  3. Menyembunyikan dan menemukan benda di dalam air/pasir
  4. Menyusun berbalok-balok ke atas, kemudian merebohkan kembali.

d. Sensorimotor  4

Anak mengulang beberapa kali usaha coba-coba dengan suatu tujuan memalui berbagai cara.

Contoh :
  1. Anak mengisi teko dengan air, kemudian menuangkannya ke dalam wadah berbagai ukuran.
  2. Anak menggunakan sendok, sekop dan tangan untuk menuang beras atau pasir ke dalam botol yang disediakan
Demikian bunda sekalian, tentang pengertian dan manfaat main sensorimotor, semoga bermanfaat, terimakasih yang atas kunjungannya. wassallam...

Sumber : Disarikan dari Buku Panduan Main Sensorimotor Direktorat Jenderal PAUDNI 2013

TIPS SEDERHANA MEMBUAT PUZZEL HURUP HIJAIYYAH

paud-anakbermainbelajar-----Dimana ya?... sudah dicari-cari kemana2 engga ketemu juga puzzel huruf hijayahnya, padahal besok mau dipake buat sentra Imtaq di TK A.

Ibu Ani, bunda di TK Tunas Bangsa...akhirnya pergi kepasar buat membeli puzzel baru, tetapi setelah kesana kemari tidak ada yang jual puzzel besar, di sana yang dijual cuma puzzel murah dengan kepingan-kepingan kecil yang pastinya terlalu rumit untuk anak TK A. Tapi dari pada tidak ada dan besok anak-anak tidak bisa bermain, untuk sementara lebih baik dibeli yang ada aja. 

Nah berikut ini, tips untuk mendapatkan kepingan Puzzel yang besar dan mengurangi faktor kesulitan, dan biar cocok untuk anak Usia TK A. Maka dua kepingan digabungkan jadi satu dengan menggunakan slotipe/plester transfaran. Jadi Puzzel murah sederhana yang sangat kecil kepingannya, dapat dibikin besar dengan menyatukan dua atau tiga huruf hijaiyah dalam satu kepingan seperti di bawah ini :

 engga ketemu juga puzzel huruf hijayahnya TIPS SEDERHANA MEMBUAT PUZZEL HURUP HIJAIYYAH

 engga ketemu juga puzzel huruf hijayahnya TIPS SEDERHANA MEMBUAT PUZZEL HURUP HIJAIYYAH

 engga ketemu juga puzzel huruf hijayahnya TIPS SEDERHANA MEMBUAT PUZZEL HURUP HIJAIYYAH

Demikian bunda...semoga tips ini bermanfaat....muingkin bunda ada punya tips atau pengalaman lainnya...mohon dishare disini ya.....terimakasih....wassallam..

Thursday, November 1, 2018

PENGERTIAN DAP (DEVELOPMENTALY APPROPRIATE PRACTICE) DALAM PAUD

Secara umum kegiatan pembelajaran di Pendidikan anak Usia dini  PENGERTIAN DAP (DEVELOPMENTALY APPROPRIATE PRACTICE) DALAM PAUD
PAUD-Anakbermainbelajar---Secara umum kegiatan pembelajaran di Pendidikan anak Usia dini (PAUD) seyogyangan mengacu pada suatu standar tertentu. Berbicara mengenai DAP di PAUD, banyak sekali pengertian mengenai DAP yang dikemukakan oleh berbagai ahli atau pakar pendidikan anak. Seorang ahli yang bernama Sue Bredekamp sebagai pencetus DAP mengatakan bahwa DAP bukan kurikulum, bukan merupakan suatu standar yang kaku yang mengharuskan suatu pembelajaran berlangsung, DAP adalah suatu kerangka kerja, sebuah filosofi atau pendekatan yang digunakan saat bekerja bersentuhan dengan anak. Tujuannya adalah memusatkan perhatian kita pada segala sesuatu yang kita ketahui tentang anak dan apa yang dapat kita pelajari tentang anak sebagai individu dan keluarga mereka sebagai dasar pengambilan keputusan. Sebagai individu yang unik harus dilihat bahwa setiap anak adalah istimewa yang memiliki gaya belajar, minat, kepribadian, tempramen, kemampuan dan ketidakmampuan, tantangan dan kesulitan yang berbeda dari masing-masing anak, termasuk keterlambatan dan gangguan perkembangan. Anak juga harus dilihat dari latar belakang dan lingkungan keluarga, budaya dan komunitasnya, juga riwayat keluarga serta kondisi keluarga saat ini.

Terjemahan bebas dari Developmentally Appropriate Practice (DAP) dalam bahasa Indonesia adalah “ Pendidikan yang patut dan menyenangkan”. Tiga dimiensi dalam konsep DAP adalah (1) Patut menurut umur, maksudnya sesuai dengan tahap- tahap perkembangan anak, (2) Patut menurut lingkungan sosial dan budaya, yaitu sesuai dengan pengalaman belajar yang bermakna, relevan dan sesuai dengan kondisi social budaya, dan (3) Patut secara individual, yaitu sesuai dengan pertumbuhan dan karakteristik anak, kelebihannya, ketertarikannya dan pengalaman- pengalamannya. 

Dalam kerangka pendidikan anak usia dini (PAUD) konsep DAP Developmentally Appropriate Practice mencakup 3 dimensi yaitu kesesuaian usia, kesesuaian individu, dan kesesuaian sosial budaya. Berikut penjelasannya :

1. Kesesuaian usia
Dalam penelitian tentang perkembangan manusia menyebutkan bahwa dalam perkembangan 9 tahun pertama terjadi urutan pertumbuhan dan perubahan yang dapat diramalkan. Perubahan tersebut terjadi pada semua aspek perkembangan fisik, emosi, sosial, dan kognitif. Pengetahuan tentang perkembangan dalam rentang usia ini difasilitasi melalui program yang disiapkan dalam lingkungan pembelajaran dan perencanaan yang mengajak anak mengalami pembelajaran sesuai dengan usia anak.

2. Kesesuaian individu
Kenyataanya Setiap anak adalah individu yang unik dengan pola dan waktu pertumbuhan masing-masing. Demikian pula keunikan dalam kepribadian gaya belajar, dan latar belakang keluarga. Baik kurikulum maupun interaksi orang dewasa dengan anak harus merespon terhadap perbedaan masing-masing individu. Pembelajaran pada anak usia dini merupakan hasil interaksi antara pikiran anak dan pengalaman dengan benda-benda, ide-ide dan orang lain di sekitar lingkungan anak. Pengalaman-pengalaman ini harus sesuai dengan kemampuan perkembangan anak, namun juga dapat menantang minat dan pemahaman anak.

3. Kesesuaian Sosial dan Budaya
Anak itu unik dibentuk oleh lingkungan sosial budayanya, karena itu anak tidak bisa dicabut dari akar budayanya masing-masing. Mereka sangat dipengaruhi oleh lingkungan budaya. Seperti apa seorang anak, bisa kita lihat dari keluarganya khususnya orang tuanya. Latar belakang budaya akan berpengaruh terhadap anak. Tidak ada budaya yang jelek atau salah. Semua budaya adalah baik dan perlu dilestarikandan diturunkan dari generasi kegenerasi. Demikian pula lingkungan sosial anak tidak bisa kita salahkan. Karena itu dalam kelas jika kita memiliki anak dari beragam latar belakang sosial dan budaya, maka guru harus bisa memahami dan memperlakukan anak sesuai lingkungan sosial budaya mereka.

Prirsip-prinsip DAP
Pada kegiatan dan program pembelajaran di Lembaga PAUD, Dalam melaksanakan DAP, Perlu anda diperhatikan strategi pembelajaranyang merupakan prinsip-prinsip DAP adalah sebagai berikut :

1. Pengalaman Pembelajaran Aktif
DAP memberikan kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi lingkungannya. Anak dapat memanipulasi benda-benda nyata dan mempelajarinya langsung melalui pengalaman nyata menggunakan tangannya. Dengan begitu anak secara bebas dapat menggali, berinteraksi, dan komunikasi dengan anak lain maupun orang dewasa. Belajar di sentra merupakan salah satu kegiatan yang memberikan kesempatan pada anak untuk langsung mengalami pembelajaran secara nyata. Selain itu, anak juga perlu diajak untuk melakukan kunjungan lapangan (field-trip), memasak bereksperimen, ataupun kegiatan lain yang mendukung pengalaman langsung.

2. Strategi Pembelajaran yang Beragam
DAP mendorong penggunaan berbagai strategi pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan anak. Pendekata-pendekatan tersebut bisa berupa kemampuan anak dalam proses menulis, membaca, belajar bersama, belajar mandiri, belajar dengan teman sebaya, instruksi guru, tematik proyek, sentra pembelajaran, pembelajaran berbasiskan masalah, dan instruksi berbasiskan literatur. Dengan memberikan bermacam-macam cara belajar, anak-anak dengan gaya belajar yang beragam mampu mengembangkan kemampuan mereka. Pembelajaran dengan cara seperti ini juga mendukung teori kecerdasan majemuk, dan memungkinkan anak memandang pembelajaran dengan cara-cara baru.

3. Keseimbangan antara Pengarahan Guru dan Kebebasan Anak
DAP mampu memberikan keseimbangan antara kegiatan-kegiatan yang perlu pengarahan guru dan juga atas inisiatif anak sendiri. Pengarahan guru memfungsikan guru sebagai fasilitator yang memberikan model pembelajaran dan panduan-panduan yang diperlukan anak. Sementara dari pihak anak, mereka dapat berkreasi sendiri dengan bertanggung jawab sehingga tujuan pembelajaran tetap tercapai.

4. Kurikulum Terintegrasi
Sebuah kurikulum yang terintegrasi akan menghubungkan area pembelajaran yang beragam dan menggabungkannya dalam konsep terpadu. Ini akakn menggabungkan banyak subjek ke dalam satu paduan unit pembelajaran yang bermakna bagi anak. Sebuah kurikulum terintegrasi akan menghubungkan pembelajaran dalam kehidupan nyata anak. Juga mengenalkan pentingnya keterampilan-ketermapilan dasar dan kecendrungan bagi anak untuk menggunakannya. Salah satu teknik kurikulum terintegrasi adalah pendekatan tematik yang mengajak anak untuk menyelediki sesuatu yang diminati dari berbagai sudut pandang. Tema umum menjadi acuan untuk mengembangkan konsep-konsep, menggeneralisasikan keterampilan-keterampilan, dan sikap-sikap. Namun demikian, tidak semua kurikulum terintegrasi berpusat pada tema.

5. Sentra Pembelajaran
Sentra pembelajaran merupakan area/sentra mandiri yang dibuka di dalam kelas sehingga anak dapat secara nyata melakukan suatu kegiatan. Anak dapat memilih dan memutuskan berapa lama akan beraktivitas dalam suatu kegiatan. Di sentra tersebut anak dapat dapat bekerja bersama teman secara kooperatif, membangun dengan teman, melakukan keterampilan-keterampilan dengan tangannya, memecahkan masalah, belajar secara mandiri, dan kegiatan-kegiatan terbuka lainnya yang bebas dipilih anak. Sentra pembelajaran harus mencerminkan tujuan pembelajaran yang aktif, tidak banyak lembar kerja yang harus diisi anak, namun memberikan kesempatan pada anak untuk bertanggung jawab terhadap pembelajaran sendiri. Tanggung jawab semacam ini merupakan pondasi pembelajaran seumur hidup.

Demikianlah bunda, ayah dan sahabat Paud-anak bermain belajar, tentang DAP dalam kegiatan dan program PAUD, semoga bermanfaat. Selamat mendidik anak-anak generasi penerus bangsa, semoga sukses. Terimakasih.

Sumber /referensi:
https://mediapendiikan.blogspot.com//search?q=20/strategi-pembelajaran-dap-developmentally-appropriate-practice/
http://12075itda.blogspot.co.id/2013/06/pendidikan-anak-prasekolah