Media Informasi Seputar pendidikan

Showing posts with label Tips Merawat Mendidik Anak. Show all posts
Showing posts with label Tips Merawat Mendidik Anak. Show all posts

Thursday, November 29, 2018

CARA SEDERHANA MELATIH KEMAMPUAN BERBICARA ANAK

Bunda, sebelum anak bisa membaca, anak harus tahu dan menggunakan perbendaharaan kata-kata dasar yang baik. Mereka hanya dapat memahami kata-kata yang mereka lihat tercetak jika mereka telah menemui kata-kata tersebut dalam pembicaraan. Cara terbaik untuk mendorong perkembangan bahasa anak adalah menyisihkan waktu untuk berbicara dengan mereka. Doronglah mereka untuk mengungkapkan pendapat, melontarkan pertanyaan dan mengambil keputusan.

Ada beberapa metode dan cara yang dapat digunakan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan berbicara pada anak, antara lain :

1. Bermain Fantasi

Bermain fantasi ini adalah permainan yang melibatkan anak-anak membayangkan diri dalam peran atau situasi adalah permainan fantasi. Permainan ini dapat menggunakan media visual, diantaranya adalah :

a. Bermain boneka
b. Benda Asesoris untuk permainan “Berdandan”
c. Permainan “kotak karton”.

2. Permainan deskriptif

Untuk melatih anak murid berbicara dapat dilakukan permainan Deskriftif yaitu permainan yang menuntut anak-anak untuk menguraikan benda mendorong mereka untuk mencari-cari kata-kata dan membantu mereka berbicara dan berfikir dengan lebih jelas. 

Contoh permainan Deskriptif dengan berbagai macam indra visual yang dapat dilakukan dalam kegiatan melatih kemampuan bicara anak:

a. Kotak Raba
b. Pemberian gambar
c. Permainan hubungan.

Demikian Artikel "Cara melatih kemampuan berbicara anak dengan Sederhana" yang dapat ayah-bunda dan pendidik praktikan di rumah atau di sekolah, semoga artikel ini bermanfaat. Salam sukses.

Sumber: http://anakkusehatceria.blogspot.com/

MENGENAL DUNIA ANAK YANG INDAH TAPI RAPUH

Mengenal Dunia Anak Yang Indah Tapi Rapuh MENGENAL DUNIA ANAK YANG INDAH TAPI RAPUH
Memasuki dunia anak yang jelas berbeda dengan orang dewasa memerlukan pemahaman dan pengertian tersendiri, memasuki dunia anak dan menyelami anak itu tidak segampang kelihatannya, dan tidak semudah membalik telapak tangan jika ingin memiliki anak yang baik. Dunia anak mempunyai sisi dimensinya sendiri, yang penuh dengan warna-warni, keindahan, senyuman dan nuansa rasa sayang, penuh dengan kelembutan dan sensitifitas yang tinggi.
Oleh karena itu jika kita ingin mendekati anak dan membimbing anak, kita perlu memahami perasaan dan kebiasaannya. Untuk menghadapi dan menanggapi anak kita perlu menggunakan teknik, cara, bahasa, dan seni khusus yang efektif untuk anak.

Kadang orang tua lupa jika berhadapan dengan anak, mereka melihat anak sebagai orang dewasa di tubuh anak kecil, anak sering diperlakukan layaknya orang dewasa, mereka disuruh,  diperintah, hingga dibentak seperti orang dewasa yang belum saatnya.  Orang tua banyak yang belum menyadari bahwa anak adalah anak yang belum mempunyai kemampuan penalaran sebaik orang dewasa tentang apa yang pantas dan tidak.


Berkomunikasi dengan anak berbeda dengan orang dewasa, komunikasi yang terjalin dengan anak harus bercirikan sifat pendekatan dari hati kehati, dimana orang dewasalah yang harus berusaha memahami perasaan dan hati anak. Bayangkan anak adalah selembar kertas basah yang teramat lembut dan rapuh, jadi kita perlu berhati-hati dalam memperlakukan anak. Apa yang akan kita coret pada kertas kertas kosong ini akan membekas hingga anak dewasa kelak. 

Karena anak kecil itu bagaikan sebuah lembaran kertas putih bersih di tangan kedua orang tua dan pendidiknya. Jika ditulis dengan indah dan bagus, anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Jika hal-hal jahat dan buruk yang dituangkan dalam kanvas putih maka lukisan itu akan dipamerkan di galeri dunia hitam, anak-anak akan tumbuh dengan perilaku dan karekter buruk yang sangat menyusakan ornag tua, keluarga dan masyarakatnya.

Datanglah pada anak-anak kita dengan senyum malaikat cinta, datanglah ayah-bunda, bu' guru, dari titian pelangi indah dengan senyuman paling manis buat ananda.

Semoga kita memiliki anak-anak yang terlukis dengan indah dalam dunia keindahan yang berwarna-warni pelangi. Terimakasih sudah berkunjung diblog (anak-paudbermainbelajar.blogspot.com).

HAKEKAT PERKEMBANGAN ANAK

Penggunaan istilah tumbuh kembang dalam perkembangan seorang manusia memberikan pengertian bahwa sebenarnya ada dua peristiwa penting yang terjadi engan sifat yang berbeda, namun saling berkaitan dan sulit dipisahkan yaitu pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan (growth) merupakan proses dalam hidup manusia yang terkait dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran organ atau individu. Semua perubahan ini dapat dilihat melalui perubahan dari ukuran berat, panjang, dan besar lingkaran kepala. Perubahan-perubahan ini harus diperhatikan melalui proses pemantauan yang tepat. Adapun alat yang dapat digunakan untuk memantau proses pertumbuhan antara lain adalah Kartu Menuju Sehat telah telah tersebar di puskesmas-puskesmas di seluruh Indonesia.
Penggunaan istilah tumbuh kembang dalam perkembangan seorang manusia memberikan pengertian HAKEKAT PERKEMBANGAN ANAK
Kartu Menuju Sehat

paud-anakbermainbelajar.blogspot.com
Sedangkan Perkembangan (development) merupakan proses bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang bersifat kompleks dengan pola yang teratur dan dapat diramalkan, hal ini merupakan hasil dari proses pematangan. Peristiwa perkembangan ini biasanya berkaitan dengan masalah psikologi seperti kemampuan gerak kasar dan halus, intelektual, sosial dan emosional.

Gambar di atas merupakan ilustrasi bagaimana proses perkembangan itu terjadi, diawali dari bayi baru lahir dengan kondisi kemampuan baru bisa telentang saja namun dengan bertambahnya usia serta matanya otot-otot tubuhnya ia mulai dapat tengkurap dan telentang sendiri kemudian ia akan dapat duduk sendiri dan mulai berdiri setelah cukup kuat ia akan mulai berjalan dan bahkan berani naik sepeda.

Dibawah ini terdapat grafik tahap perkembangan bayi dan balita yang dapat mempermudah orangtua atau guru memantau perkembangan seorang anak.


Penggunaan istilah tumbuh kembang dalam perkembangan seorang manusia memberikan pengertian HAKEKAT PERKEMBANGAN ANAK
Gambar: kembarshop.com
paud-anakbermainbelajar.blogspot.com
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan seorang anak terbagi atas:

1. Faktor dalam diri (internal)

  • Faktor genetik seperti ras, suku bangsa, warna kulit, jenis tambut merupakan faktor yang tidak bisa dirubah atau digantikan.
  • Proses selama kehamilan: nutrisi yang didapat si ibu, penyakit yang diderita, obat-obatan yang dimakan, lingkungan tempat tinggal dll

2. Faktor lingkungan (eksternal)

  • Nutrisi yang diberikan, penyakit yang diderita setelah lahir, kebersihan lingkungan sekitar, aktivitas fisik yang dilakukan, dan stimulasi yang diberikan.

Perkembangan anak juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti :

1. Faktor dalam diri (internal)
  • Genetik, potensi kecerdasan dan bakat yang perlu mendapatkan lingkungan yang bisa mengoptimalkan potensi tersebut
  • Proses sejak kehamilan; terjaga kondisi fisik dan mental ibu hamil sehingga janin berkembang dengan baik.
2. Faktor lingkungan (eksternal)
  • Gizi yang diberikan ibu dari mulai dalam kandungan hingga besar, penyakit yang diderita selama hidup, kualitas pengasuhan dari keluarga, hubungan dengan teman, dan sekolah, serta stimulasi yang didapatnya.
Agar tumbuh kembang anak menjadi optimal maka ada beberapa kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yaitu :

1. Fisik - Biologis
  • Nutrisi: yang harus didapat sejak dalam kandungan berupa menu seimbang (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, air)
  • Imunisasi (sejak lahir hingga 18 tahun) bermanfaat untuk mencegah penyakit hingga sakit berat (Hepatitis B, BCG, DPT, Polio, Campak, HiB, MMR)
  • Kebersihan : Badan (Cuci tangan, potong kuku, mandi teratur, membersihkan diri setelah BAK/BAB, cuci rambut); makanan dan peralatan; hygiene dan sanitasi lingkungan rumah, sekolah.
  • Pelayanan kesehatan: pemantauan tubuh kembang, deteksi dini gangguan tumbuh kembang, melalui pemanfaatan layanan posyandu, puskesmas, dan dokter pribadi.
  • Aktvitas fisik: untuk merangsang hormon pertumbuhan, nafsu makan, proses pengaturan dan penguraian karbohidrat, lemak dan protein; merangsang pertumbuhan otot dan tulang; merangsang perkembangan keterampilan anak. 
2. Kasih Sayang - Emosi

Sejak dalam kandungan hingga dewasa anak harus mendapatkan kasih sayang agar emosinya berkembang, dengan cara : paud-anakbermainbelajar.blogspot.com

  • Memberikan rasa nyaman, aman, dan perlindungan
  • Memperlihatkan minat, keinginan dan pendapatnya
  • Memberikan contoh (bukan memaksa)
  • Membantu, mendorong dan menghargai/Menciptakan suasana gembira. Memberikan pemahaman atas kesalahan yang diperbuat anak, bukan dengan mengancam atau menghukum. Mengasuh dengan demokratik
  • Memperhatikan tempramen yang dimiliki anak (apakah anak itu penurut, susah diatur atau pemalu).
3. Stimulasi/ Rangsangan

Merupakan suatu proses masuknya rangsangan ke otak yang dilakukan secara sadar melalui panca indra secara khusus atau beragam dari lingkungan sekitar yang telah dibuat atau secara alamiah.

Yang pertama memperoleh rangsangan adalah otak untuk membuat hubungan antar  sel-sel otak (sinaps). Sejak dalam kandungan usia 6 bulan sudah milyaran sel otak terbentuk namun belum ada hubungan antar sel-sel otak tersebut. Apabila sel-sel otak tersebut diberi rangsangan maka akan terbentuk hubungan yang bermakna, sehingga makin sering dirangsang maka hubungan itu akan semakin kokoh dan semakin banyak variasi rangsangan yang diberikan maka hubungan yang terjadi semakin kompleks/luas dapat merangsang otak kiri dan kanan sehingga berkembang kecerdasan jamaknya.

Adapun aspek-aspek perkembangan yang harus distimulasi adalah fisik melalui gerakan motorik kasar dan halus, kecerdasan, bahasa, seni, sosial emosional, nilai keagamaan dan moral serta kemandirian.

Cara yang dipergunakan untuk menstimulasi anak sangatlah beragam dan itu harus dilakukan setiap saat setiap kali berinteraksi dengan anak. Stimulasi sudah dapat dilakukan sejak janin berusia 23 minggu.

Dalam menstimulasi/ merangsang anak, pendidik haruslah mengenal sifat-sifat dari otak kiri dan kanan anak didik.

Ciri-ciri otak kiri adalah:
- Cara berpikir mengerucut (konvergen)
- Berkaitan dengan angka dan berhitung
- rasional
- Berkaitan dengan tata bahasa, kemampuan membaca dan menulis.

Ciri-ciri dari otak kanan adalah :
- Cara berpikir secara meluas (divergen)
- imajinasi
- kreativitas
- seni
- musik
- bernyanyi
- sosial-emosional
- spiritual.

Penggunaan otak kanan dan otak kiri secara berimbang dapat mengoptimalkan potensi otak seseorang. Demikian juga dengan adanya persfektif kecerdasan jamak (multiple intelligences). Kecerdasan jamak yang mencakup kecerdasan kinestetik, bahasa, matematika, interpersonal, intrapersonal, musik, spasial, natural dan eksistensi juga memberikan pengaruh yang sangat bermakna terhadap pengembangan potensi yang dimiliki seorang anak.  paud-anakbermainbelajar.blogspot.com



Sumber: dirangkum dari buku seri Bahan Ajar Diklat Berjenjang Tingkat Dasar, Kemendikbud, Dirjen PAUD, Nonformal dan Informal Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Tahun 2013.

CARA MEMPERSIAPKAN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Kenyataannya mendidik anak itu bukanlah perkara yang gampang dan mudah CARA MEMPERSIAPKAN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Kenyataannya mendidik anak itu bukanlah perkara yang gampang dan mudah, banyak kegagalan yang terjadi dengan tidak tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan. Kegagalan ini sering terjadi pada kegiatan pendidikan anak biasa (umum) dengan berbagai faktor yang melatar belakanginya. Jika mendidik anak biasa saja susah dan sering gagal, apa lagi menghadapi anak berkebutuhan khusus (dulu istilahnya anak luar biasa), dituntut kesabaran yang luar biasa untuk membantu anak ini dengan memberinya berbagai pendidikan dan latihan untuk membantu mereka agar mampu hidup mandiri, terutama dalam melakukan kegiatan rutin. Tujuan mendidik anak berkebutuhan khusus sama seperti anak normal lainnya, yaitu membentuk karakter, intelek, bakat dan akhlak, sehingga anak memiliki sikap dan perilaku yang berguna bagi kelangsungan hidupnya sesuai dengan harapan masyarakat. hanya saja kelancaran proses belajar terhalang oleh kondisi kondisi mereka yang khusus. Untuk mengatasi halangan ini, perlu di gali kelebihan atau kecakapan yang dimiliki, Misalnya anak yang buka tidak dapat menangkap pelajaran melalui penglihatan, tetapi mereka memiliki pendenganran yang peka. Kemampuan ini harus dilatih berfungsi secara maksimal menggantikan mata sehingga mereka dapat belajar maksimal.

Mempersiapkan pendidikan Anak berkebutuhan khusus :
  • Ciptakan lingkungan keluarga yang hangat, terbuka, komunikatif, sehingga anak merasa diterima oleh orang tua dan saudara-saudaranya
  • Sesering mungkin mengajak anak berdialog (tanya-jawab) untuk melatih kemampuan mengungkapkan keinginan atau pikirannya. 
  • Orangtua pun dapat lebih memahami anaknya. Mengetahui minat, kelebihan-kelebihannya, perasaan dan harapan mereka.
  • Perasaan aman penting bagi mereka untuk mereka (cenderung rendah diri) menumbuhkan rasa percaya diri yang mendorong maju dan besikap positif.
  • Dibutuhkan keteraturan dan kemantapan bentuk pelatihan agar anak memiliki kepercayaan yang kokoh pada diri sendiri maupun orang lain.
  • Adanya prinsip yang teguh membuat anak berani dan tidak mudah diombang-ambing saat menghadapi situasi baru.
  • Orang tua harus teguh mempertahankan hal yang dipandang baik, setia pada komitmen yang dipilih.
  • Orang tua yang membimbing kadang-kadang memberi bantuan, di saat lain (kesal, lelah) membiarkan anak mencoba sendiri. 
  • Hindari ketidak teraturan yang menciptkan keraguan, ia merasa tidak perlu mandiri. 
  • Anak harus diyakinkan bahwa melatihnya mandiri bukan berarti ia tidak disayang orang tuanya.
Hal-hal yang sebaiknya dilakukan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus adalah :
  1. Bersikap tegas tetapi tidak terlalu keras pada anak yang berkebutuhan khusus.
  2. Menerima kelemahan dan mengatasinya sedini mungkin dengan memberi banyak rangsangan pada kemampuan lain yang bisa difungsikan menjadi kekuatannya
  3. Sering memberikan kesempatan anak bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman sebaya untuk mengekspresikan perasaan maupun emosinya.
  4. Melatih gerak tubuh melalui permainan, percakapan drama dan lain-lain.
  5. Fokus pada tujuan untuk mencapai kesetaraan pengamatan, panca indra yang berfungsi dan ekspresi verbal atau fisik.
  6. Ajarkan anak peran dan tingkah laku yang diterima masyarakat, seperti tanggung jawab, mandiri, ramah.
  7. Ajarkan nilai-nilai kemanusiaan (tolong menolong, kejujuran, sportif, Toleransi) yang dapat dijadikan prinsip dalam dirinya untuk mengambil keputusan.
  8. Ajarkan anak menyelesaikan masalah.
  9. Orang tua jangan mudah menyerah atau bahkan kalau perlu memaksa diri sendiri atau anak untuk mencapai tujuan belajar dengan memberikan penjelasan dengan sabar sampai ia dapat memahaminya.
  10. Ajarkan anak terlibat dalam kegiatan sosial disekitarnya.
  11. Tumbuhkan terus harga diri anak, yaitu dengan memberikan perhatian terus menerus, menerima anak apa adanya, menghargai hasil dan usaha anak.
Sumber : Disarikan dari berbagai sumber..!!

CARA MENGELOLA DAN MENDAMPINGI ANAK PAUD INKLUSIF

 dituntut memiliki kepekaan yang luar biasa terhadap semua elemen yang terkait terhadap pr CARA MENGELOLA DAN MENDAMPINGI ANAK PAUD INKLUSIFDalam mengelola PAUD inklusif, dituntut memiliki kepekaan yang luar biasa terhadap semua elemen yang terkait terhadap proses tumbuh kembang Anak berkebutuhan khusus (ABK). Element pendukung tersebut meliputi antara lain; keluarga ABK (Ayah, Ibu, serta anggota keluarga yang lain). Kemudian lingkungan biotik dan abiotik di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Selain itu, Tenaga pendidik yang mencakup Kepala PAUD, Guru PK, Guru kelas, serta program pembelajaran khusus untuk ABK yang sudah menjalani program ABK.
Setiap anak di belahan bumi ini tidak peduli bagaimana perbedaan yang muncul berkaitan dengan warna kulit, jenis kelamin, besar fisik mereka, temperamen yang ada, tidak peduli apakah terdapat variasi dalam kemampuan mereka dan masih banyak lagi perbedaan yang dapat terjadi. Namun mereka semua memiliki kebutuhan yang sama yaitu kebutuhan untuk dicintai, dihargai, dilindungi dan diperhatikan.

Elemen Keluarga ABK adalah elemen terpenting dari semua elemen yang harus diperhatikan. Karena keluarga adalah yang terdekat dan bersingkungan langsung baik secara intensitas maupun densitas terhadap ABK. Keluarga dapat menjadi tolak ukur dan gambaran kondisi perawatan dan pendidikan anak berkebutuhan khusus tersebut.

Ada beberapa sikap keluarga dalam menghadapi ABK. Tidak sedikit keluarga yang menganggap kelahiran ABK sebagai Aib keluarga, yang perlu untuk di rahasiakan, disimpan rapat-rapat, bahkan terkadang terbersit keinginan agar mereka segera menghilang entah kemana.

Ada juga keluarga yang bisa menerima mereka, tetapi tidak tahu harus berbuat apa, mereka hanya sekedar diberi makan dan minum, dirawat apa adanya. Seolah-olah hanya karena kewajiban merawat, sambil menunggu waktu datangnya panggilan kembali ke alam sebelum anak ini dilahirkan.

Ada segelintir keluarga, yang bisa menerima kehadiran mereka sebagai anugrah, sebagai manusia yang juga memiliki kelebihan disamping kekurangannya. Mereka didik dengan layak, tumbuh kembangnya diperhatikan dengan seksama. Sehingga seringkali terbukti, mereka menjadi anak-anak yang luar biasa, yang memiliki kelebihan super dan mampu melewati kemampuan manusia normal pada umumnya.

Hal-hal di atas menjadi salah satu  permasalahan utama keberhasilan Pendidikan Inklusuf. Proses penyadaran keluarga dengan ABK, oleh semua pihak sangatlah penting. Peranan Ayah, Ibu, Adik, Kakak dan anggota keluarga yang lain, untuk membukakan pintu bagi ABK. Untuk mengenalkan kepada ABK indahnya dunia dan semua yang ada di dalamnya. Untuk meyakinkan bahwa kehidupan mereka sekarang dan yang akan datang akan dapat mereka lalui dengan "baik-baik saja".

Selain itu yang perlu diperhatikan juga lingkungan sekitar rumah. Karena lingkungan sosial disekitar rumah atau interaksi dengan tetangga, itu perlu dibangun penyadaran tentang arti kehadiran ABK di dunia ini. Sikap orang tua dan anggota keluarga juga ikut menentukan sikap lingkungan/ tetangga terhadap ABK. Keluarga yang bersikap wajar dalam memperlakukan ABK, tanpa ada perasaan canggung dan takut di cemooh, akan lebih dihargai oleh lingkungannya dari pada keluarga yang selalu bersikap curiga dan takut dicemooh oleh tetangganya.

Kemudian untuk lingkungan sosial sekolah perlu juga dipersiapkan untuk menerima kehadiran ABK, tumbuhkan empati yang menganggap bahwa ABK sebagai warna-warni kehidupan kita. Interaksi antar wali murid harus dibangun sebagai pola interaksi positif, saling mendukung dan memotivasi. Bukan interaksi negatif terselubung dengan ungkapan dan tatapan penuh rasa iba dan kasihan melihat ketidak sempurnaan ABK. Interaksi antar murid harus dibangun dengan pola interaksi yang sling menyayangi, menghargai dan juga berkompetisi sesuai dengan kemampuan mereka.  

Sumber : Buletin Ambulung 2013--dengan sedikit penambahan dan perubahan.

HAK DAN KEWAJIBAN ANAK DALAM KEHIDUPAN KELUARGA DAN MASYARAKAT

 hal ini terjadi salah satunya karena masih banyak yang belum memahami hak HAK DAN KEWAJIBAN ANAK DALAM KEHIDUPAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
Di Indonesia banyak kita temukan kasus-kasus pelanggaran terhadap hak-hak anak, hal ini terjadi salah satunya karena masih banyak yang belum memahami hak-hak anak yang harus kita penuhi. Kenyataannya anak-anak sebagaimana orang dewasa memiliki hak-hak yang harus dipenuhi dan dihormati. Hak-hak tersebut tertuang dalam Konvensi Hak Anak (KHA) yang telah diratifikasi oleh Indonesia pada tanggal 25 Agustus 1990. Hak-hak anak yang tertuang dalam konvensi Hak Anak ini adalah :


1. Hak untuk hidup
Yang termasuk dalam hak ini adalah mendapatkan pelayanan kesehatan, air bersih, tempat berteduh dan aman, serta berhak untuk memiliki nama dan kebangsaan.
2. Hak untuk berkembang
Hak untuk berkembang sesuai potensinya, berhak mendapatkan pendidikan, istirahat dan rekreasi, ikut serta dalam semua kegiatan kebudayaan.
3. Hak untuk mendapatkan perlindungan
Anak berhak dilindungi dari eksploitasi ekonomi dan seks, diskriminasi, kekerasan, bahkan penelantaraan (termasuk cacar fisik maupun mental, pengungsi, anak yatim pianti).
4. Hak untuk berpartisipasi
Hak untuk berpatisipasi di dalam keluarga, dalam kehidupan dan sosial, bebas mengutarakan pendapat, hak untuk mendapatkan informasi dan hak untuk didengar pandangan dan pendapatnya.

Sebagai upaya untuk mendukung Konvensi Hak Anak sudah diundangkan Undang-undang No. 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak. Undang-undang ini memuat :

1. Prinsip-prinsip dasar
Prinsip-prinsip dasar perlindungan anak adalah :
a. Non diskriminasi
b. Mengutamakan yang terbaik bagi anak
c. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup dan perkembangannya
d. Penghargaan terhadap pendapat anak

2. Hak sipil dan kebebasan

3. Lingkungan keluarga dan perawatan alternatif
a. Tanggung jawab keluarga
b. Identitas anak dan akte kelahiran
c. Perkawinan campuran
d. Kuasa asuh
e. Perwalian

4. Kesehatan dan kesejahteraan sosial

5. Pendidikan, budaya dan waktu luang

6. Perlindungan khusus

Pemerintah dan lembaga negara berkewajiban bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan khusus dalam situasi darurat, antara lain:
a. Anak yang menjadi pengungsi
b. Anak korban kerusuhan
c. Anak korban bencana alam
d. Anak dalam situasi konflik senjata.
e. Sesuai dengan ketentuan hukum humaniter.

Hak-hak di atas wajib dipenuhi, sehingga anak-anak dalam tumbuhan dan berkembang dalam lingkungan kondusif. Memenuhi hak-hak anak sebagaimana tertuang dalam undang-undang di atas berarti membebaskan anak dari segala macam ancaman, termasuk kekerasan, yang masih banyak dilakukan.

Dalam kehidupan pada lingkup keluarga dan masyarakat, anak-anak memiliki kewajiban, yang menyangkut kewajiban terhadap diri sendiri, orangtua/keluarga dan masyarakat. Kewajiban ini ditanamkan melalui pembiasaan secara terus menerus sejak dini melalui teladan dari orangtua.

1. Beberapa contoh kewajiban diri sendiri
Anak memiliki kewajiban terhadap diri sendiri, antara lain:
a. Menjaga kebersihan diri
b. Menjaga kesehatan
c. Menuntut ilmu demi perkembangan dan kemajuan diri
d. Menjaga diri dari segala bentuk perbuatan yang asosial
2. Kewajiban terhadap orangtua/keluarga
Kewajiban anak terhadap orangtua/keluarga antara lain:
a. Menjaga hubungan berdasarkan pada nilai-nilai kesopanan
b. Menyayangi orangtua
c. Membangung komunikasi yang efektif dengan orangtua/keluarga
3. Kewajiban terhadap masyarakat
Kewajiban anak terhadap masyarakat antara lain :
a. Menjaga pergaulan sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku
b. Menolong mereka yang memerlukan
c. Menghargai setiap orang
d. Berinteraksi dengan masyarakat sesuai  dengan aturan yang berlaku.

Hak dan Kewajiban Orangtua terhadap anak
Orang tua memiliki hak juga atas anak-anak, antara lain :
  1. Mengarahkan anak menuju pada tujuan hidupnya dengan baik dan benar
  2. Memberikan reward dan punishment kepada anak secara proporsional
  3. Mendapatkan penghargaan dan kasih sayang dari anak-anak dalam hubungan yang harmonis.
Sementara itu, kewajiban orangtua terhadap anak pada dasarnya adalah memenuhi hak-hak anak sebagaimana tertuang dalam peraturan perundang-undangan dan memberikan perlindungan dan cinta sebagaimana dibutuhkan oleh anak, sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. 

Silakan baca juga : 32 Hak Anak dan Kewajiban Anak Berdasarkan versi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Republik Indonesia di sini !!
 
Sumber referensi : Disarikan dari tulisan Widya Ayu Puspita Jurnal J-PNFI6 Edisi II Oktober 2009