Media Informasi Seputar pendidikan

Showing posts with label Bahan Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Bahan Kuliah. Show all posts

Friday, November 2, 2018

SOAL-SOAL PERMENDIKBUD NO 137 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

PAUD-Anakbermainbelajar---Dalam pembahasan kita tentang isi dan soal-soal dari Materi Permendikbud nomor 137 Tentang Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Tahun 2014, untuk peningkatan kompetensi dan kemampuan profesional guru-pendidik PAUD, soal-soal berbentuk Pilihan ganda (Matter multiple choice) dapat dilihat dalam contoh soal-soal berikut ini :

Soal-soal Pilihan ganda Materi Permendikbud nomor 137 Tentang Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Tahun 2014

1.  Apakah yang dimaksud dengan Standar Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini  sesuai dengan          Permendikbud No.137 tahun 2014, Bab IX pasal 33?

    a. Standar Pengelolaan PAUD merupakan pelaksanaan yang mengacu pada standar isi, proses,                 tenaga ahli, sarana dan kelengkapan serta pembiayaan.

    b. Standar Pengelolaan PAUD merupakan pelaksanaan kegiatan yang mengacu pada standar isi,               materi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana serta  pembiayaan.

     c. Standar Pengelolaan PAUD merupakan acuan pelaksanaan kegiatan yang mengacu pada standar          tujuan, isi, proses, pendidik dan tenaga administrasi, sarana dan prasarana serta pembiayaan.

     d. Standar Pengelolaan PAUD merupakan pelaksanaan yang mengacu pada standar isi, proses,                pendidik dan tenaga kependidikan , sarana dan prasarana  serta pembiayaan.



2. Standar Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini meliputi….

    a.  Perencanaan program; pengorganisasian; kegiatan kerja dan pengawasan.

    b.  Perencanaan program; pengorganisasian; pelaksanaan rencana kerja; dan pengawasan.

    c.  Perencanaan program kegiatan; pengoganisasian; pelaksanaan rencana kerja; dan pengawasan.

    d.  Perencanaan program; pengorganisasian; pelaksanaan rencana kerja; dan supervisi.



3. Pelaksanaan program PAUD yang merupakan integrasi dari beberapa layanan dalam bentuk satuan     atau program TK/RA/BA, KB,TPA dan SPS diantaranya….

    a. Pendidikan, pengasuhan, perlindungan, kesehatan dan gizi.

    b. Pendidikan, pengasuhan, perlindungan keamanan, kesehatan dan perbaikan nutrisi.

    d. Pendidikan, perawatan balita, perlindungan, kesehatan dan keselaatan.

    e. Pendidikan, pengasuhan anak, perlindungan kesehatan dan keselamatan.



4. Di sebuah TK yang memiliki 3 orang  tenaga pendidik dan 1 kepala sekolah dengan jumlah anak        didik dalam rentang usia 4-5 tahun sebanyak 32 orang dan usia 5-6 sebanyak 20 orang, maka              pengaturan kelas berdasarkan kelompok usia yang sesuai dengan pasal 36 Permendikbud No.137        tentang SNP AUD adalah sbb. :

a. 1 kelas untuk kelompok A sebanyak 32 anak dengan 2 guru kelas, 1 kelas kelompokpok B sebanyak 20 anak dengan 1 guru kelas. 2 kelas untuk kelompok A masing-masing A 1 sebanyak 15 anak dengan 1 guru kelas,

b. A 2 sebanyak 17 anak dengan 1 guru kelas,  1 kelas untuk kelompok B dengan 20 anak didik 1 guru kelas dan 1 guru pendamping yaitu kepala sekolah.

c. 2 kelas untuk kelompok A masing-masing A 1 sebanyak 15 anak dengan 1 guru kelas, A 2 sebanyak 17 anak dengan 1 guru kelas,  dan 1 kelas untuk kelompok B dengan 20 anak didik 1 guru kelas.

d.  Kelompok A 1 : 15 anak, A 2 : 15 anak, B : 22anak . Dengan 1 guru tiap kelas untuk kea dilan dan asumsi bahwa kelompok B lebih matang dan dapat lebih mudah ditangani.


5. Komponen pembiayaan dalam Permendikbud No.137 Bab X pasal 37 ayat 1 meliputi beberapa hal     yaitu…

    a. Biaya operasional, biaya personal, dan biaya kedinasan.
    b. Biaya infrasturktur, biaya alokasi siswa dan biaya kemasyarakaan.
    c. Biaya operasional dan biaya personal.
    d. Biaya operasional, biaya sarana prasarana dan biaya struktural.


6. Komponen pembiayaan dalam hal biaya operasional sesuai Permendikbud No.137 Bab X pasal 37     ayat 1 tidak dapat digunakan untuk beberapa hal yaitu…

    a. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta tunjangannya.
    b. Penyelenggaraan program pembelajaran dan pengembangan SDM.
    c. Pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana serta gaji kepala sekolah.
    d. Gaji pendidik, kepala sekolah, pengembangan yayasan dan SDM nya.



7. Biaya personal dalam penyelenggaraan PAUD dipergunakan untuk….

    a. Biaya pengeluaran sekolah.
    b. Biaya pemasukan sekolah.
    c. Biaya pendidikan yang dikeluarkan untuk anak dalam pembelajaran.
    d. Biaya pendidikan yang dikeluarkan orangtua dan sekolah dalam pembelajaran anak.


8..Memahami  cerita/dongeng sederhana adalah kemampuan bahasa anak usia……

    a. 2- 3 tahun

    b. 3-4 tahun

    c. 4-5 tahun

    d. 5-6 tahun


9. Kemampuan kognitif anak usia 3-4 tahun yang tepat adalah….

    a. Memahami persamaan antara dua benda

    b. Mulai mengenal pola

    c. Mengetahui konsep banyak dan sedikit

    d. Mengenal pola ABCD-ABCD



10. Anak mampu mengklasifikasikan benda berdasarkan fungsi bentuk atau warna dan ukuran. Hal           tersebut termasuk dalam kemampuan…..

     a. Kognitif 2-3 tahun

     b. Kognitif 3-4 tahun

     c. Kognitif  4-5 tahun

     d. Kognitif 5-6 tahun


11.  Lingkup perkembangan nilai agama dan moral usia 4-5 tahun yang tepat adalah….

       a. Mengetahui agama yang dianutnya

       b. Mengenal agama yang dianutnya

       c.  Mengerjakan ibadah 

       d. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Jawaban:  c.  Mengerjakan ibadah 


12. Anak mampu mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara rinci, pernyataan                   tersebut termasuk lingkup perkembangan….

      a.  Motorik kasar 4-5 tahun

      b. Motorik halus 4-5 tahun

      c, Motorik kasar 5-6 tahun

      d. Motorik halus 5-6 tahun

Jawaban: d. Motorik halus 5-6 tahun


13.  Peraturan Guru dan Dosen ditetapkan dalam ….

       a. Undang Undang Nomor 14 Tahun 2004

       b. Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005

       d. Undang Undang Nomor 15 Tahun 2004

       e. Undang Undang Nomor 15 Tahun 2005

   Jawaban: B. Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005



14. Kriteria tentang pelaksanaan pembelajaran pada satuan atau program PAUD dalam rangka membantu pemenuhan tingkat pencapaian perkembangan yang sesuai dengan tingkat usia anak, ditetapkan dalam ….

      a. Standar Pengelolaan

      b. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini (STPPA)

      c. Standar Proses

      d. Standar Penilaian

Jawaban: C. Standar Proses



15.  Standar PAUD terdiri atas ….

        a. 6 standar

        b. 7 standar

        c. 8 standar

        d. 9 standar

Jawaban: C. 8 standar


16. Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pengembangan seta cara            yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pengembangan untuk mencapai               tujuan pendidikan tertentu, merupakan pengertian dari ….

       a. Kurikulum PAUD

       b. Satuan atau program PAUD

       c. Pembelajaran PAUD

       d. Standar PAUD

Jawaban: A. Kurikulum PAUD



17.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014                berisi tentang…..

        a. Pendirian Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

        b. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini

        c. Sistem Pendidikan Nasional

        d. Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini

Jawaban: D. Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini



18. Salah satu kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleh guru pendamping, yaitu :

       a. Bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak

       b. Bersikap dan berperilaku tepat sesuai dengan norma agama, budaya dan keyakinan anak

       c. Merencanakan kegiatan program pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan

       d. Memahami tahapan perkembangan anak

Jawaban benar : c



19.  Kompetensi guru pendamping untuk membangun kerjasama dengan orang tua dalam pendidikan,        pengasuhan, dan perlindungan anak adalah dengan cara :

       a. Menyesuaikan diri dengan teman sejawat

       b. Menaati aturan lembaga

       c. Membina anak sadar peraturan lembaga

      d. Mengkomunikasikan program-program PAUD (pengasuhan, pembelajaran, dan perlindungan                anak) kepada orang tua

Jawaban benar : d


20.  Salah satu indikator bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak adalah :

       a. Menyayangi anak secara tulus

       b. Terampil dalam pemberian makan dan minum kepada anak

       c. Terampil menyanyi dan mendongeng

       d. Terampil dalam melindungi anak

Jawaban benar : a


21. Menguasai teknik penyusunan rancangan dan pelaksanaan pengendalian mutu dan evaluasi                 dampak program PAUD termasuk ke dalam ranah kompetensi pengawas/penilik PAUD bidang :

      a. Kepribadian

      b. Sosial

      c.  Supervisi Manajerial

      d. Supervisi Akademik

Jawaban benar : c


22. Yang termasuk kedalam kompetensi pengawas/penilik PAUD bidang penelitian dan                             pengembangan adalah :

   a. Memahami pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan dan memanfaatkan hasilnya untuk                      membantu sekolah dalam mempersiapkan evaluasi diri sekolah, akreditasi sekolah dan                       peningkatan mutu sekolah

   b. Menerapkan pendekatan, metode, jenis, dan prosedur peneliian untuk mengembangkan program          PAUD

   c. Menganalisis data hasil supervisi manajerial secara komprehensif

   d. Menyusun laporan hasil supervise manajerial kepada kepala sekolah dalam rangka peningkatan          mutu manajemen sekolah

Jawaban benar : b


23. Tingkat Pencapaian Perkembangan anak pada lingkup perkembangan kesehatan dan perilaku               keselamatan usia 5-6 tahun kecuali :

      a. Berat badan sesuai tingkat usia

      b. Tinggi badan sesuai tingkat usia

      c. Berat badan sesuai dengan standar tinggi badan

      d. Lingkar pinggang sesuai usia

Jawaban: d. Lingkar pinggang sesuai usia



24.  Di bawah ini adalah tingkat pencapaian perkembangan anak usia 5-6 pada lingkup                                perkembangan kognitif, belajar pemecahan masalah adalah

      a. Menunjukkan aktifitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti apa yang terjadi ketika           air ditumpahkan)

      b. Menyebut lambang bilangan 1-10

      c. Mengenal lambang huruf

      d. Mencocokan bilangan dengan lambang bilangan

Jawaban: a. Menunjukkan aktifitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti apa yang terjadi ketika air ditumpahkan).


25.  Mengerti beberapa perintah secara bersamaan dan mengulang kalimat yang lebih kompleks                  adalah termasuk pada lingkup perkembangan  :

       a. Keaksaraan

       b. Mengungkapkan Bahasa

       c. Memahami bahasa

       d. Bahasa Ekspresif

Jawaban : c. Memahami Bahasa


26.  Menurut PermendikbudNo 137 tahun 2014, kemampuan sosial emosional anak sesuai dengan              pencapaian perkembangan anak meliputi beberapa hal berikut ini,kecuali:

       a. Memperlihatkan kemampuan diri untuk menyesuaikan dengan situasi

      b. Memperlihatkan kehati-hatian kepada orang yang belum dikenal (menumbuhkan kepercayaan              pada orang dewasa yang tepat)

      c. Mengenal perasaan sendiri dan mengelolanya secara wajar  (mengendalikan diri secara wajar)

      d. Memainkan alat music / instrument / benda bersama teman.

Jawaban : d. Memainkan alat music / instrument / benda bersama teman.


27.  Mengklasifikasikan benda berdasarkan fungsi, bentuk atau warna atau ukuran. Mengenal gejala sebab-akibat yang terkait dengan dirinya. Mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis atau kelompok yang berpasangan dengan 2 variasi, merupakan lingkup perkembangan kognitif ….

       a. Berpikir simbolik

       b. Pemecahan masalah

       c. Berpikir Kognitif

       d. Berfikir logis

Jawaban d. berfikir logis.


28. Bentuk perilaku yang menunjukkan tingkat pencapaian perkembangan anak usia 4-6 tahun dalam       aspek nilai-nilai agama dan moral adalah :

      a. Mengenal perilaku baik dan sopan

      b. Mengetahui agama yang dianutnya

      c. Menirukan gerakan beribadah dengan urutan yang benar

      d. Mengenal agama yang dianutnya.



29.  Melakukan kegiatan kebersihan diri anak usia 4-6 tahun merupakan perkembangan dalam aspek :

       a. Nilai-nilai moral dan agama dan sosial

       b. Sosial dan emosional

       c. Sosial dan seni

       d. Nilai-nilai moral dan agama dan fisik Motorik


30.  Anak menggambar dengan menggunakan pensil warna, lalu digunakan juga cat air, potongan-             potongan kertas yang ditempelkan pada karyanya yang tersedia di ruang kelasnya, menunjukkan         tingkat pencapaian perkembangan dalam hal :

      a. Mengkoordinasikan gerakan mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit

      b. Mengontrol gerakan tangan

      c. Menggambar sesuai gagasannya

      d. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegitan



31. Anak diminta mengatur teman temannya berbaris. Anak yang lebih pendek berbaris paling                   depan dan yang paling tinggi paling belakang, kegiatan ini mengembangkan aspek :

      a. Kognitif dan fisik motorik

      b. Fisik motorik dan sosial-emosional

      c. Nilai-nilai agama-moral dan fisik motorik

      d. Kognitif dan sosial-emosional

 Jawaban: d. Kognitif dan sosial-emosional


32.  Guru menjelaskan aturan permainan tikus dan kucing yang baru dikenal anak. Semua anak                  bermain gembira dan bisa mengikuti aturan permainan dengan benar, kegiatan ini                                mengembangkan aspek ,

       a. Nilai-nilai moral-agama dan sosial-emosional

       b. Kognitif dan fisik motorik

       c. Nilai-nilai agama dan kognitif

       d. Bahasa dan sosial-emosional

Jawaban: b. Kognitif dan fisik motorik.

100 CONTOH LAPORAN PKM “PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR” DAN PKP “PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL” JURUSAN PRODI S1 TK-PAUD

 Tidak terasa kuliah kita telah memasuki semester 100 CONTOH LAPORAN PKM “PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR” DAN PKP “PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL”  JURUSAN PRODI S1 TK-PAUD
Bunda dan Rekan-rekan Mahasiswa sekalian, Tidak terasa kuliah kita telah memasuki semester  5 - 7 dan sedikit lagi perjuangan kuliah semoga kelar, hingga langkah akhir mendapatkan gelar sarjana dengan restu orang tua dan ijin Allah Tuhan Yang Maha Esa Akan kita dapatkan.  Biasanya di akhir-akhir semester ini banyak tugas baru yang harus diselesaikan, salah satunya adalah tugas membuat laporan Praktik Lapangan, baik itu laporan PKM "Pemantapan Kemampuan Mengajar" maupun PKP "Pemantapan Kemampuan Propesional". Bingung ? untuk menentukan tema atau judul yang akan dilaksanakan dalam praktik nanti? Berikut ini admint berikan beberapa contoh laporan PKM "Pemantapan Kemampuan Mengajar" maupun PKP "Pemantapan Kemampuan Propesional" tersebut, sbb ;
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS ASTURO PADA ANAK KELOMPOK A TK .... KECAMATAN....KOTA.....
  • PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DI TK ....KECAMATAN...KOTA .....
  • PERAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANG AUDITIF DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN FISIK MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A DI TK LABORATORIUM PG- PAUD FIP UNESA SURABAYA
  • PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE PEMBERIAN TGUGAS MELIPAT KERTAS
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DALAM KEGIATAN MERONCE DENGAN MANIK – MANIK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK KELOMPOK A DI TK KHADIJAH 2 SURABAYA
  • PENGEMBANGAN PENGALAMAN BELAJAR RANAH KOGNITIF, PSIKOMOTORIK, DAN AFEKTIF PENGALAMAN BELAJAR ADALAH KEGIATAN FISIK MAUPUN MENTAL YANG PERLU DILAKUKAN…
  • MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KETRAMPILAN ORIGAMI DI TK MUSLIMAT KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE BATIK PADA ANAK USIA DINI
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PELEPAH PISANG PADA ANAK KELOMPOK A
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS ASTURO PADA ANAK KELOMPOK A TK DEWI SARTIKA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI MEDIA PLAYDOUGH ANAK KELOMPOK A DI TK DEWI KUNTI SURABAYA
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN MERONCE BIJI-BIJIAN DI KELOMPOK BERMAIN
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN MERONCE BIJI-BIJIAN DI KELOMPOK BERMAIN
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI MEDIA PLAYDOUGH ANAK KELOMPOK A DI TK DEWI KUNTI SURABAYA
  • MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KETRAMPILAN ORIGAMI DI TK MUSLIMAT KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PADA ANAK
  • MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI METODE CERITA BERGAMBAR DI TK...
  • LAPORAN PKP UT MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI METODE CERITA BERGAMBAR
  • PENERAPAN PEMBELAJARAN MEWARNAI GAMBAR DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B DI TK HIDAYATUS SHIBYAN
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR DENGAN MEDIA CAT AIR DI KELOMPOK BERMAIN CERIA
  • PENGARUH KEGIATAN KOLASE DENGAN MEDIA DAUN KERING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TK BAP KARANG DALAM SAMPANG
  • PENGARUH KEGIATAN KOLASE DENGAN MEDIA DAUN KERING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TK BAP KARANG DALAM SAMPANG
  • PENGARUH MEDIA BUBUR KORAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUIKEGIATAN MOZAIK PADA ANAK USIA DINI
  • UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMASAK (COOKING CLASS) PADA ANAK TK PLUS TUNAS BANGSA KELOMPOK B KECAMATAN SOOKO MOJOKERTO
  • SENAM SI BUYUNG DENGAN METODE DEMONSTRASI DALAM PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK
  • UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING KELOMPOK B DI TK AT – TAQWA TANDES SURABAYA
  • MENINGKATKAN MOTORIK KASAR MELALUI KEGIATAN SENAM SEDERHANA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI POS PAUD TERPADU MAWAR KUTISARI SELATAN/18A KEC. TENGGILIS MEJOYO
  • PENERAPAN MENGENAL KONSEP BANGUN GEOMETRI MELALUI KEGIATAN BERMAIN MERONCE SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI PAUD ANGGREK SIDOARJO
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMAKAI SEPATU SENDIRI PADA USIA 4-5 TAHUN
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE DEMONSTRASI KELOMPOK B PPT HARAPAN BANGSA SURABAYA
  • UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENCETAK MENGGUNAKAN MEDIA BAHAN ALAM PADA KELOMPOK A
  • KEGIATAN COOKING CLASS UNTIK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TK SUCCES KECAMATAN RUNGKUT SURABAYA
  • PENERAPAN BERMAIN PASIR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A TK YUNIOR SURABAYA
  • PENERAPAN AKTIVITAS MELIPAT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI TK MUSTIKA RINI SURABAYA
  • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAYDOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MEDIA PLAYDOUGH DI PLAY GROUP
  • PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK AUTIS DI TK
  • STRATEGI PEMBELAJARAN MODEL PELATIHAN MENEMPEL KAIN PERCA TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B
  • PENGARUH MODEL PELATIHAN DASAR MENGGAMBAR TIRUAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B
  • MODEL PEMBELAJARAN SENTRA PERSIAPAN MODIFIKASI TERHADAPKEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA RINGANDI SDLB C
  • PENGARUH KEGIATAN MENJAHIT TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI TK
  • PENGARUH BERMAIN TACTILE PLAY TERHADAP MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA SEDANG di SDLB
  • PENERAPAN MEDIA PLASTISIN UNTUK MENINGKATKAT MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B DI TK AL-ISLAH KECAMATAN GUNUNG ANYAR KOTA SURABAYA
  • PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS ORIGAMI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B di RA ISLAM ANANDA SURABAYA
  • PENGARUH PEMBELAJARAN MENGGAMBAR BEBAS TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI TK AL-HIDAYAH KARANGGAYAM SRENGAT BLITAR
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MEDIA ORIGAMI PADA KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA PERSATUAN TARIK-SIDOARJO
  • MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MELIPAT KERTAS SEDERHANA KELOMPOK B TK
  • MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TERHADAP MATERI POKOK SUMBER DAYA ALAM PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 10 LOHIA DENGAN MELALUI PENERAPAN MEDIA DAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN…
  • MENINGKATKAN PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD BATIK – SIDOARJO
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM KLASIFIKASI BENTUK GEOMETRI MELALUI MEDIA BALOK PADA ANAK KELOMPOK A PAUD PUTRA HARAPAN GUMENG KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO
  • MELALUI BERMAIN PAPAN TITIAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A TK AL FITROH SURABAYA
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN ENGKLE KELOMPOK ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT GEMBIRA
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN ENGKLE KELOMPOK ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT GEMBIRA
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN ENGKLE KELOMPOK ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT GEMBIRA
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DENGAN PENGGUNAAN BAHAN ALAM PENGHASIL WARNA PADA ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA KECAMATAN SUKOMANUNGGAL SURABAYA
  • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAY DOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA I DESA PULOREJO DAWARBLANDONG MOJOKERTO
  • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAY DOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA I DESA PULOREJO DAWARBLANDONG MOJOKERTO
  • MENSTIMULASI KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK KELOMPOK A MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN MENARI DI TK BAHRUL ULUM PANJANG JIWO SURABAYA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN KOORDINASI MOTORIK KASAR MELALUI BERMAIN MENANGKAP BOLA PADA ANAK KELOMPOK A TK TUNAS MANDIRI SEGODOREJO SUMOBITO JOMBANG
  • MENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN LARI ESTAFET PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT MUTIARA BUNDA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK BERMAIN B MELALUI KEGIATAN BERMAIN LOMPAT TALI DI PPT MAWAR SURABAYA
  • PENGEMBANGAN PERMAINAN GOBAK SODOR MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK KECAMATAN SEKARAN LAMONGAN
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI BERMAIN SAINS PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD PLUS AL-FATTAH JARAK KULON JOGOROTO JOMBANG
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN MATEMATIKA DENGAN MODEL MAKE A MATCH DI KELOMPOK A TK ……… KECAMATAN ………… KABUPATEN …………….. TAHUN AJARAN …………..
  • UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN DAYA KONSENTRASI ANAK MELALUI CORETAN GARIS YANG SAMA PANJANG PADA ANAK ANAK KELOMPOK B1 DI TK ABA KERINGAN
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DENGAN FINGER PAINTING PADA KELOMPOK A2 RA BABUSSALAM KRIAN SIDOARJO
  • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAY DOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA I DESA PULOREJO DAWARBLANDONG MOJOKERTO
  • MENSTIMULASI KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK KELOMPOK A MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN MENARI DI TK BAHRUL ULUM PANJANG JIWO SURABAYA
  • MENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN LARI ESTAFET PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT MUTIARA BUNDA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK BERMAIN B MELALUI KEGIATAN BERMAIN LOMPAT TALI DI PPT MAWAR SURABAYA
  • PENGEMBANGAN PERMAINAN GOBAK SODOR MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK KECAMATAN SEKARAN LAMONGAN
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI BERMAIN SAINS PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD PLUS AL-FATTAH JARAK KULON JOGOROTO JOMBANG
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN MATEMATIKA DENGAN MODEL MAKE A MATCH DI KELOMPOK A TK ……… KECAMATAN ………… KABUPATEN …………….. TAHUN AJARAN …………..
Demikian contoh-contoh Tema dan Judul Laporan PKM "Pemantapan Kemampuan Mengajar" atau PKP "Pemantapan Kemampuan Propesional" yang dapat dijadikan acuan untuk membuat laporan Praktik Lapangan  PKP atau PKM bunda  dan  mahasiswa Semester akhir.  Semoga bermanfaat.  Terima kasih.  

Untuk Isi Laporan Lengkap laporan PKP dan PKM, atau contoh judul lengkap lainnya bisa di download melalui Link di bawah ini.

Download Contoh Isi Laporan Lengkap PKP dan PKM Mahasiswa di Sini !!.

DOWNLOAD LAPORAN PKM “PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR” DAN PKP “PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL” JURUSAN PRODI S1 TK-PAUD

Laporan Lengkap, isi laporan PKP atau PKM , bisa di download melalui Link di bawah ini.

LAPORAN  PKM “PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR” DAN PKP “PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL”  JURUSAN PRODI S1 TK-PAUD  

Download Contoh Isi Laporan Lengkaplaporan PKM "Pemantapan Kemampuan Mengajar" maupun PKP "Pemantapan Kemampuan Propesional" Mahasiswa Program Studi S1 TK-PAUD. 

 bisa di download melalui Link di bawah ini DOWNLOAD LAPORAN PKM “PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR” DAN PKP “PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL”  JURUSAN PRODI S1 TK-PAUD





10 PRINSIP PADA PEMBELAJARAN PAUD PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

 Pemberian rangsangan pendidikan dengan cara yang tepat melalui bermain 10 PRINSIP PADA PEMBELAJARAN PAUD PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Prinsip yang  digunakan  dalam  proses  pembelajaran anak  usia  dini adalah sebagai berikut :

1. Belajar melalui bermain
Anak di bawah usia 6 tahun berada pada masa bermain. Pemberian rangsangan pendidikan dengan cara yang tepat melalui bermain, dapat memberikan pembelajaran yang bermakna pada anak.

2. Berorientasi pada perkembangan anak
Pendidik harus mampu mengembangkan semua aspek perkembangan sesuai dengan tahapan
usia anak.

3. Berorientasi pada kebutuhan anak
Pendidik harus mampu memberi rangsangan  pendidikan atau stimulasi sesuai  dengan kebutuhan anak, termasuk anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus.

4. Berpusat pada anak
Pendidik  harus  menciptakan  suasana  yang  bisa  mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak.

5. Pembelajaran aktif
Pendidik harus mampu menciptakan suasana yang mendorong anak aktif mencari, menemukan, menentukan pilihan, mengemukakan  pendapat,  dan  melakukan  serta  mengalami sendiri.

6. Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan nilai-nilai yang membentuk karakter yang positif pada anak. Pengembangan nilai-nilai karakter tidak dengan pembelajaran langsung, akan tetapi melalui pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi  pengetahuan dan keterampilan serta melalui pembiasaan dan keteladanan.

7. Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan kemandirian anak. Pengembangan kecakapan hidup dilakukan  secara terpadu baik melalui pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan maupun melalui pembiasaan dan keteladanan.

8. Didukung oleh lingkungan yang kondusif
Lingkungan pembelajaran diciptakan sedemikian rupa agar menarik, menyenangkan, aman, dan nyaman bagi anak. Penataan  ruang diatur agar anak  dapat berinteraksi  dengan pendidik, pengasuh, dan anak lain.

9. Berorientasi pada pembelajaran yang demokratis
Pembelajaran yang demokratis sangat diperlukan untuk mengembangkan rasa saling menghargai antara anak dengan pendidik, dan antara anak dengan anak lain.

10. Pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber Penggunaan
media  belajar, sumber belajar, dan narasumber yang ada di lingkungan PAUD bertujuan agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Termasuk narasumber adalah orang-orang  dengan  profesi  tertentu  yang dilibatkan sesuai dengan tema, misalnya dokter, polisi, nelayan, dan petugas pemadam kebakaran.

Sumber : Permendikbud RI Nomor 146 Tahun 2014.

PERMAINAN BERHITUNG PERMULAAN DI TK PAUD

PENGERTIAN DAN TEORI PERMAINAN BERHITUNG DI TK PAUD

Berhitung adalah usaha melakukan, mengerjakan hitungan seperti menjumlah, mengurangi serta memanipulasi bilangan-bilangan dan lambang-lambang matematika, sedangkan untuk mengetahui tingkat kemampuan berhitung siswa digunakan metode tes.

Metode tes adalah serentetan pertanyan atau latihan atau alat lain yang digunakan pada lingkup perkembangan. Metode tes adalah termasuk metode non eksperimental. Berikut ini adalah metode-metode eksperimental antara lain :
a. Metode pengamatan, suatu cara untuk mencatat tingkah laku tertentu dari orang yang diamati dengan menggunakan pedoman observasi.
b. Metode survei, suatu metode yang digunakan untuk mempelajari beberapa masalah yang sulit dipelajari melalui metode pengamatan dan menggunakan kuesioner atau wawancara.
c. Metode klinis, suatu metode yang digunakan untuk mengamati seseorang di tempat khusus yang telah disediakan, sehingga dapat diketahui perilaku-perilaku dan pernyataan-pernyataannya yang spontan dengan tujuan paedagogis atau medis.
d. Metode angket, suatu cara dengan menggunakan daftar pertanyaan atau pertanyaan yang diberikan kepada sejumlah orang yang harus dijawab, untuk kemudian dicari simpulan umum.
e. Metode wawancara, suatu cara untuk menggali pendapat, perasaan, sikap, pandangan, proses berpikir, proses penginderaan dan berbagai hal yang merupakan tingkah laku covert yang tidak dapat ditangkap langsung oleh atau melalui metode observasi.
f. Metode sejarah kehidupan, suatu metode yang digunakan untuk mengetahui tingkah laku seseorang dengan segala latar belakangnya. Melalui penelitian buku harian atau wawancara tentang masa lalu subjek.
g. Metode tes (pemeriksaan psikologis), suatu metode yang digunakan untuk memeriksa hal-hal yang tidak dapat diketahui dengan metode-metode lain, seperti IQ, kepribadian, arah minat, kecemasan dengan menggunakan tes psikodiagnostik.

Minat penelitian ilmiah tentang anak mendapat dorongan yang besar setelah G. Stanley Hall mengawali penelitiannya tentang konsep anak (1891) dengan tekanan bahwa anak bukan orang dewasa kecil. Pandangan ini diterima oleh murid-muridnya yang tidak lama kemudian diikuti oleh banyak psikolog dan ahli pendidikan.

Beberapa teori yang mendasari perlunya permainan berhitung di taman kanak-kanak sebagai berikut :

a. Tingkat perkembangan mental anak
Jean Piaget, menyatakan bahwa kegiatan belajar memerlukan kesiapan dalam pendidikan anak. Artinya belajar sebgai proses membutuhkan aktivitas baik fisik maupun psikis. Selain itu kegiatan belajar pada anak harus disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan.
Anak usia TK berada pada tahapan pra operasional kongkret dan berpikir intuitif dimana anak mampu mempertimbangkan tentang besar, bentuk dan benda-benda didasarkan pada interprestasi dan pengalamannya (persepsi sendiri).

b. Masa peka berhitung pada anak
Perkembangan dipengaruhi oleh faktor kematangan dan belajar. Apabila anak sudah menunjukkan masa peka (kematangan) untuk berhitung, maka orang tua dan guru harus tanggap, untuk segera memberikan layanan dan bimbingan sehingga kebutuhan anak dapat terpenuhi dan tersalurkan dengan sebaik-baiknya menuju perkembangan kemampuan berhitung yang optimal.

Anak usia TK adalah masa yang sangat strategis untuk mengenalkan berhitung di jalur matematika. Karena usia TK sangat peka terhadap rangsangan yang diterima dan lingkungan. Rasa ingin tahunya yang tinggi akan tersalurkan apabila mendapat stimulasi / rangsangan / motivasi yang sesuai dengan tugas perkembangannya.

c. Perkembangan awal menentukan perkembangan anak selanjutnya
Hurlock (1993) mengatakan bahwa lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan peletak dasar bagi perkembangan selanjutnya. Anak yang mengalami masa bahagia berarti terpenuhinya segala kebutuhan baik fisik maupun psikis di awal perkembangannya diamalkan akan sangat melaksanakan tugas-tugas perkembangan selanjutnya.

Dalam studi klinis sejak bayi hingga dewasa yang dilakukan oleh Erikson (dalam Elizabet B. Hurlock, 1978 : 26) menyimpulkan bahwa “masa kanak-kanak merupakan gambaran awal manusia, tempat dimana kebaikan dan sifat buruk akan berkembang mewujudkan diri, meskipun lambat tetapi pasti”.

Selanjutnya Erikson menerangkan, apa yang akan dipelajari seorang anak tergantung bagaimana orang tua memenuhi kebutuhan anak akan makanan, perhatian, cinta kasih. Sekali ia belajar, sikap demikian akan mewarnai persepsi individu akan masyarakat dan suasana sepanjang hidup.

Crumley.F.E. dkk, Gagne R.M. dan Smith, dkk (dalam Elizabeth B Hurlock, 1978 : 26) menunjukkan bukti bahwa sejarah anak yang mempunyai kesulitan penyesuaian sejak tahun-tahun prasekolah hingga sekolah menengah atau universitas telah memperlihatkan bahwa banyak diantara mereka sangat buruk penyesuaian dirinya pada masa kecil hingga tidak pernah dalam suatu kelompok atau mempunyai banyak teman. Sebagai tambahan, banyak diantaranya menderita kesulitan berbicara, sekolah, serta enuretik dan keluarga mereka menganggapnya sebagai “anak yang penuh masalah”. Dari studi riwayat anak nakal, Glueck (dalam Elizabeth B Hurlock, 1978 : 26) menyimpulkan bahwa remaja yang berpotensi menjadi nakal, dapat diidentifikasi sedini usia dua atau tiga tahun karena perilaku anti sosialnya.

Prinsip-Pinsip Permainan Berhitung permulaan
1. Permainan berhitung diberikan secara bertahap.
2. Penget dan ket pd permainan berhitung dibrkn scr bertahap.
3. Permainan brhtng akan berhasil jika anak diberi kesempatan berprtsp
4. Permainan brhtng membutuhkan suasana menyngkn dn rasa aman.
5. Bahasa yg digunakan seyogyanya yg sederhana.
6. Anak dikelompokkan sesuai dg tahap penguasaanya.
7. Dalam mengevaluasi hasil perkemb harus dimulai dari awal smp akhir

Landasan Teori Permainan Berhitung 

1. Tingkat perkembangan mental anak
Jean Piaget : Anak usia TK berada pada tahapan pra-operasional konkrit yaitu tahap persiapan kearah pengorganisasian pekerjaan yg konkrit dan berpikir intuitif dimana anak mampu mempertimbangkan tentang besar, bentuk dan benda-benda didasarkan pd interpretasi dan pengalamannya ( persepsinya sendiri ).

2. Perkembangan dipengaruhi oleh faktor kematangan dan belajar.
Apabila anak sudah menunjukan masa peka ( kematangan ) unt berhitung maka ortu dan guru TK harus tanggap.

3. Perkembangan awal menentukan perkembangan selanjutnya.
Hurlock( 1993 ) : Bahwa lima tahun pertama dlm kehidupan anak merupakan peletak dasar bagi perkembangan selanjutnya.Anak yg mengalami masa bahagia berarti terpenuhinya segala kebutuhan baik fisik mapun psikis di awal perkembangannya diramalkan akan dpt melaksanakan tugas perkembanganKonsep bentuk warna, ukuran dan pola (TPP Permendiknas 58 ).

Usia 4 – < 5tahun
1. Mengklasifikasikan berdasarkan bentuk atau warna atau ukuran
2. Mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yg sejenis atau kelompok yang berpasangan dengan 2 variasi
3. Mengenal pola AB-AB dan ABC-ABC
4. Mengurutkan benda berdasarkan variasi ukuran atau warna.

Usia 5 – < 6 tahun
1. Mengenal perbedaan berdasarkan ukuran “ lebih dari “ “ kurang dari “ dan “ paling ter “
2. Mengklasifikasikan benda berdasarkan bentuk dan ukuran ( 3 variasi )
3. Mengklasivikasikan benda yang lebih banyak ke dalam kelompok yg sama atau kelompok yg sejenis atau kelompok berpasangan yg lebih dari 2 variasi
4. Mengenal pola ABCD – ABCD
5. Mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atu sebaliknya
tahapan penguasaan berhitung dijalur matematika yaitu :
1. Penguasaan konsep Pemahaman dan pengertian sesuatu dg menggunakan benda dan peristiwa konkrit, spt pengenalan warna, bentuk dan menghitung bilangan.
2. Masa Transisi
Proses berfikir yg merupakan masa peralihan dr pemahaman konkrit menuju pengenalan lambang yg abstrak, dimana benda konkrit itu masih ada dan mulai dikenalkan bentuk lambangnya. Dilakukan guru secara bertahap sesuai dg laju dan kecepatan kemampuan anak secara individual.
3. Lambang
Merupakan visualisasi dari berbagai konsep misalnya lambang 7 unt menggambarkan konsep bilangan tujuh, merah untuk menggambarkan konsep warna, besar unt menggambarkan konsep ruang dan persegi empat unt menggambarkan konsep bentuk.

Konsep berhitung yg harus dikenalkan kpd anak :
1. Korespondensi Satu Satu
Pertama mulailah dg mencoba-coba membilang dr tingkatan yg sangat sederhana.contoh : satu buku, satu pensil,dst.
2. Pola
Pola merupakan kemampuan unt memunculkan pengaturan sehingga anak mampu memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk 2-3 pola yg berurutan.
3. Memilah/menyortir/klasifikasi
pengelompokan berdasarkan atribut, bentuk, ukuran, jenis warna,dll.
4. Membilang
Menghafal bilangan merupakan kemampuan mengulang angka yg akan membantu pemahaman anak akan arti sebuah angka.contoh : 1 2 3 4 5 6 7 8………dst.
5. Makna angka dan pengenalannya
Setiap angka memiliki makna dr benda-benda/simbul-simbul = 3 bintang Dikenalkan pd bentuk-bentuk yg sama/tdk sama, besar kecil dsb.
6. Ukuran
Anak perlu mengalaman akan mengukur berat, isi, panjang dg cara mengukur langsung sehingga prosesmenemukan angka dr sebuah objek.
7. Dua hal ini merupakan bagian dr proses kehidupan sehari-hari.
Contoh :Waktu : 1 hari Ruang : Sempit 2 hari Luas
8. Penambahan dan pengurangan
2 hal dapat dikenalkan pd anak pra sekolah dg memanipulasi benda.
contoh : Penambahan  4+2= 6
contoh : Pengurangan 5-2=3

Konsep klasifikasi/pengelompokan
Kegiatan meletakkan benda- benda ke dalam sebuah kelompok dengan cara memilah benda- benda yang memiliki satu atau lebih ciri sama ( menyerupai )dan merupakan keterampilan dasar dalam membentuk pola grafik, bangun, ruang dan pengukuran
Jalur Matematika Di TK
1. Bermain pola
Anak diharapkan dpt mengenal dan menyusun pola-pola yg terdapat disekitarnya.Anak mampu membuat urutan pola sendiri sesuai dg kreativitasnya.
2. Bermain Klasifikasi
Anak diharapkan dpt mengelompokkan atau memilih benda berdasarkan jenis, fungsi, warna, bentuk pasangannya sesuai dg yang dicontohkan dan tugas yg diberikan oleh guru.
3. Bermain Bilangan
Anak diharapkan mampu mengenal dan memahami konsep bilangan, transisi dan lambang sesuai dg jumlah benda-benda pengenalan bentuk lambang dan dpt mencocokan sesuai dg lambang bilangan.
4. Bermain Ukuran
Anak diharapkan dpt mengenal konsep ukuran standard yg bersifat informal atau alamiah, seperti panjang, tinggi, dan isi melalui alat ukur alamiah, antara lain jengkal, jari, langkah, tali, tongkat
5. Bermain Geometri
Anak diharapkan dapat mengenal dan menyebutkan berbagai macam benda berdasarkan bentuk geometri dg cara mengamati benda benda yg ada disekitar anak mis lingkaran,segitiga,bujur sangkar, segi empat, segi lima,segi enam,setengah lingkaran,bulat telur (oval).
6. Bermain estimasi (memperkirakan)
Anak diharapkan dapat mengenal kemampuan memperkirakan (estimasi) sesuatu mis perkiraan terhadap waktu, luas jumlah ataupun ruang.Anak terlatih untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yg akan dihadapi
Perkiraan waktu misalnya:
Berapa hari biji tumbuh
Berapa lama kita makan
Berapa lama anak dapat memantulkan bola
Berapa ketukan gambarnya selesai
Perkiraan jumlah:berapa jumlah ikan yg ada dalam aquarium.
Perkiraan ruang misalnya : Berapa anak bergandengan untuk dapat mengelilingi kelas ini.
7. Bermain Statistika.
Anak diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk memahami perbedaan dalam jumlahdan perbandingan dan hasil pengamatan terhadap suatu obyek (dalam bentuk visual
PERSIAPAN MEMBACA MENULIS PERMULAAN
Melalui Permainan
TK Merupakan lembaga Pra akademik artinya :
  • Tidak mengemban tanggung jawab utama dalam membelajarkan ket membaca dan menulis, melainkan menjadi tanggung jawab lembaga SD
  • Pembelajaran persiapan membaca dan menulis di TK hendaknya diberikan secara terpadu dalam pengembangan Bahasa dan Motorik
  • Alur pemikiran tersebut tidak sejalan dg praktik kependidikan di TK maupun SD di Indonesia.Pergeseran tanggung jawab seolah olah telah bergeser dari SD ke TK.
Keaksaraan (Permendiknas 58)
► TPP Usia 4-5 tahun
1. Mengenal simbol simbol
2. Mengenal suara suara hewan / benda benda yang ada disekitarnya
3. Membuat coretan yang bermakna
4. Meniru huruf
► Usia 5-<8 tahun
1. Menyebutkan simbol simbol huruf yang dikenal
2. Mengenal suara huruf awal dari nama benda benda yang ada disekitarnya
3. Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi / huruf awal yang sama
4. Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf
5. Membaca nama sendiri
6. Menuliskan nama sendiri.

Munculnya keaksaraan
Keaksaraan tidak hanya ditandai dengan kemampauan untuk anak membaca dan menulis huruf atau kata-kata, tetapi yang terpenting anak memahami setiap kata dan kalimat dalam tulisan.
Kata pertama harus bermakna bagi anak. Kata itu harus merupakan bagian dari dirinya. Harus merupakan ikatan yang organik, secara organik lahir dari dinamika hidup itu sendiri. Harus kata yang sudah menjadi bagian dari dirinya. Kata pertama, buku pertama harus dibuat oleh anak itu sendiri. Saya masuk kedalam otak anak, membawa keluar apa yang saya temukan disana dan menggunakannya sebagai bahan kerja pertama. Ini adalah kosakata penting bagi mereka.(Sylvia Ashton Warner-1963)
Apa itu Keaksaraan :
► Membangun kemampuan anak untuk mengenal huruf dan angka
► Pengetahuan yang dibangun dalam keaksaraan :
1. BAHASA
2. MATEMATIKA
3. KESADARAN LINGKUNGAN
Kemampuan yang diperlukan untuk menulis
► Mengenal bentuk
► Mengenal perbedaan bunyi huruf
► Mengenal rangkaian (pola)
► Kekuatan jari-jari tangan
► Kelenturan gerakan pergelangan tangan
► Anak akan benar-benar tertarik huruf dan angka saat mereka sudah pada tahap perkembangan usia empat tahun.
► Enam tulang pergelangan tangan yang diperlukan untuk menulis pada buku tulis, belum sepenuhnya berkembang sampai usia tujuh tahun.
Tujuan Konsep Bahasa
1. Menambah kosakata baru
2. Mendengar musik dan membedakan bunyi
3. Memahami dan mengikuti alur cerita
4. Menggunakan buku dan media
5. Menjadikan anak senang membaca, mendengar, dan menulis
TUJUAN
 Mendeteksi kemampuan awal membaca dan menulis anak(Perbedaan individual hasil intervensi )
 Mengembangkan kemampuan menyimak, menyimpulkan dan mengkomunikasikan berbagai hal melalui berbagai bentuk gambar dan permainan
 Melatih kelenturan motorik halus anak melalui bentuk permainan olah tangan dalam rangka persiapan membaca dan menulis
Perkembangan kemampuan berbahasa 4 – 6 tahun
• Mampu menggunakan kata ganti saya dalam berkomunikasi
• Memiliki berbagai perbendaharaan kata kerja, kata sifat, kata keadaan, kata tanya dan kata sambung.
• Menunjukan pengertian dan pemahaman tentang sesuatu.
• Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan tindakan dengan menggunakan kalimat sederhana.
• Mampu membaca dan mengungkapkan sesuatu melalui gambar.

PERKEMBANGAN POTENSI KEMAMPUAN BERBAHASA MUNCUL DITANDAI BERBAGAI GEJALA
 Senang bertanya dan memberi informasi tentang sesuatu hal
 Berbicara sendiri dg alat atau tanpa alat spt bboneka,mobil mainan dsb.
 Mencoret coret buku atau dinding
Gejala ini mrpkn tanda munculnya berbagai jenis potensi tersembunyi(hidden potency) menjadi potensi tampak (actual potency).Apabila tdk diberikan rangsangan potensi akan kembali menjadi potensi tersembunyi dan lambat laun berkurang hingga sel saraf mati. 

TAHAPAN PERKEMBANGAN MEMBACA
Melibatkan unsur Auditif ( Pendengaran ) dan Visual (Pengamatan ) Kemampuan membaca di mulai ketika anak senang membolak-balikbuku.
1. Tahapan Fantasi ( Magical Stage ).
Anak belajar menggunakan buku, membolak-balik buku, membawa
buku kesukaannya.Guru atau Ortu menunjukan contoh model
perlunya membaca, membacakan cerita.
2. Tahap Pembentukan Konsep Diri ( Self Concept Stage ).
Anak memandang dirinya sbg pembaca, pura-pura membaca,
memberi makna pd gambar.Ortu memberi rangsangan membacakan
sesuatu.
3. Tahap Membaca gambar ( Bridging Reading Stage ).
Anak sadar cetakan yg tampak dapat menemukan kata yg sudah di-
kenal, dapat mengulang cerita yg tertulis, sudah mengenal abjad.
Guru memberi kesempatan menulis sesering mungkin.
4. Tahap Pengenalan Bacaan ( Take-off Reader Stage ).
Anak mulai menggunakan tiga sistem isyarat ( graphoponic, semantic,
dan syntactic ) secara bersama-sama.Anak tertarik pd bacaan, mulai mengingat kembali cetakan pd konteknya, berusaha mengenal tanda-tanda pd lingkungan serta membaca berbagai tanda spt kotak susu, pasta gigi, atau papan iklan.Guru masih tetap membacakan sesuatu shg mendorong anak membaca sesuatu pd berbgai sesuatu, jgn memaksa anak membaca huruf secara sempurna.
5. Tahap membaca Lancar ( Independent Reader Stage ).
Anak dpt membaca berbagai jenis buku.Ortu dan Guru msh tetap
membacakan berbagai jenis buku.
Untuk memberikan rangsangan trhdp munculnya berbagai potensi
keberbahasaan maka permainan dan berbagai alat memegangperanan penting.

TAHAPAN PERKEMBANGAN MENULIS
Menulis merupakan ekspresi/ungkapan dr bahasa lisan ke dalam suatu bentuk goresan/coretan. Kegiatan awal menulis di mulai ketika anak pura-pura menulis dlm bentuk coretan sampai anak mampu menirukan bentuk tulisan sesungguhnya.
1. Tahap Mencoret atau Membuat Goresan ( Scrible Stage )
Anak mulai membuat tanda-tanda menggunakan alat tulisnya,
membuat coretan acak ( Tidak Teratur ),coretan sering kali
digabungkan seolah-olah tidak prnh lepas dr kertas.Ortu seharusnya
menyediakan jenis-jenis bahan unt menulis.Anak menganggap
goresan sbg tulisan.
2. Tahap Pengulangan secara Linear ( Linear Repetitive Stage ).
Anak menelusuri bentuk tulisan yg mendatar ( Horizontal ) atau
garis tegak lurus.
3. Tahap Menulis Secara Random/acak ( Random Letter Stage ).
Anak belajar tentang berbagai bentuk sbg suatu tulisan dan
menggunakan itu semua agar dpt mengulang berbagai kata dan
kalimat.Anak menghasilkan garis yg berisi pesan yg tdk mempunyai
keterkaitan pd suatu bunyi dr berbagai kata.
4. Tahap Berlatih huruf (menyebutkan huruf huruf)
Kebanyakan anak anak , biasanya tertarik huruf huruf yang membentuk namanya sendiri.
5. Tahap menulis Tulisan nama (letter-name writing or phonetic writing)
Anak mulai menyusun hubungan antara tulisan dan bunyi
Anak senang menuliskan nama pendek panggilan mereka melalui contoh yang mereka lihat dengan huruf huruf besar atau kecil.Semakin berkembangnya penguasaan kosa kata anak serta kemampuannya dalam berkomunikasidg orang lain akan berdampak terhadap fungsi kognitifnya.
6. Tahap menyalin Kata-kata yang ada di Lingkungan.
Anak menyukai menyalin kata-kata yg terdapat pada poster di dinding atau dari kantong kata sendiri.
7. Tahap Menemukan Ejaan
Anak usia 5-6 tahun ini telah menggunakan konsonan awal (L untuk Love) konsonan awal tengah akhir untuk mewakili huruf (DNS) pada kata dinosaurus
8. Tahap Ejaan Sesuai ucapan
Anak mulai dapat mengeja suatu tulisan berupa kata kata yg dikenalnya sesuai yg didengarnya.

PENDEKATAN PERMAINAN MEMBACA DAN MENULIS DI TK
Pendekatan Permainan Membaca.
1. Metode Sintesis
Didasarkan pada teori asosiasi, suatu unsur(mis huruf) akan bermakna bila dihubungkan dengan unsur lain(huruf lain) sehingga membentuk suatu arti. Permainan membaca ini dilakukan dg menggunakan bantuan gambar pd setiap kali memperkenalkan huruf, mis a disertai gambar ayam.
2. Metode Global
Didasarkan pada teori ilmu jiwa keseluruhan (gestalt).Keseluruhan memiliki makna yg lebih dibanding dg unsur-unsurnya.Kedudukan setiap unsur hanya berarti jika memiliki kedudukan fungsional dalam suatu keseluruhan. Contoh unssur “a”bermakna jika “a” ini fungsional dlm kata atau kalimat mis “ ayam berlari”Atas dasar ini Membaca permulaan pd metode global dimulai dg memperkenalkan kalimat,dipilih kalimat perintah agar anak melakukan hal yg ada dlm perintah tsb spt “ambil apel itu”.

Pendekatan Permainan Menulis
Dalam pengembangan kemampuan menulis, dalam hal ini untuk memperkenalkan huruf, anak diminta unt meraba dan menelusuri dg jarinya suatu huruf.Sebagai contoh ketika memperkenalkan tulisan dari huruf “a” yg terbuat dari bahan ampelas kasar di atas kertas.Agar anak dpt melatih kelenturan tangan, maka dpt dilatih unt mengisi lukisan dg garis ( mengarsir ) dan menebalkan.Kegiatan mengarsir tdk hanya dilakukan dg pensil hitam melainkan jg dg pensil berwarna.

Identifikasi Kemampuan Membaca dan Menulis
1. Permainan membaca
Meliputi kemampuan mendengar, melihat dan memahami, berbicara dan membaca gambar.
2. Permainan menulis
a. Persiapan menulis misalnya : meronce, mewarnai, menjahit,
melipat, menganyam, mencetak, membatik dsb.
b. Bentuk tulisan misalnya : mencoret ( menarik garis datar, tegak dsb)
Tulisan horisontal, menulis acak,menulis nama bil(mencontoh angka
1-10,mlis angka1-10)

PENGALAMAN-PENGALAMAN MOTORIK HALUS
• Penjepit besar digunakan untuk mengelompokkan bahan-bahan
Penjepit kecil digunakan dengan huruf kecil dari pasta
> Pensil–macam-macam ukuran
> Spidol dan krayon macam-macam ukuran
> Alat seperti obeng dan tang kecil digunakan untuk melepaskan bagian-bagian kecil
perkakas yang patah

Main Awal Keaksaraan untuk Bayi:
  • Anak pendengar aktif: mengajak anak bercakap-cakap pada setiap kesempatan; saat menyusui, memandikan, memberi makan, mengganti popok, membangunkan,
  • Anak pengamat teliti: bercakap dengan menggunakan mimik muka di depan muka anak sesuai dengan intonasi suara
  • Membuat permainan: membuat suara, meniup, bernyanyi,
  • Membolehkan anak untuk memegang sendok untuk makan dan memegang tempat minum saat anak makan
  • Melatih jari tangan dengan menjumput makanan kecil untuk dimakannya
  • Memasukkan benda ke wadah
  • Mendongeng
  • Membacakan buku buku 
Main yang mendukung keaksaraan untuk anak usia 1-2 tahun:
  • Bernyanyi lagu dengan irama sederhana yang diulang-ulang disertai gerakan sederhana
  • Mengajak anak berbicara dan mengenalkan nama benda dengan cara menempelkan kata di setiap benda
  • Membacakan buku yang sudah dikenal anak
Main yang mendukung keaksaraan untuk anak usia 2-3 tahun:
  • Bernyanyi lagu dengan irama sederhana yang diulang-ulang disertai gerakan sederhana
  • Membacakan buku yang sudah dikenal anak
  • Bertepuk tangan dengan ritme berulang, misalnya: plok plok – plok plok plok, plok plok – plok
  • Bermain tepuk tangan sambil menyebutkan nama anak, misalnya: A – ni – ta , A – ni , Mar – li – na , Sa – e – ful ,dst.
  • Merangkai dengan berbagai bentuk
  • Melibatkan anak saat membereskan mainan yang sudah digunakannya untuk mengenalkan klasifikasi.
  • Bernyanyi dengan gerak dan irama sederhana, dilakukan secara berulang-ulang
  • Membaca buku bersama anak secara berulang terus-menerus
  • Puzzle bentuk
  • Meronce
  • Menghadirkan buku-buku yang paling disukai anak.
  • Mengajak anak bertepuk tangan mengikuti irama
  • Menyebut nama anak dengan perlahan menurut suku katanya.
  • Bermain dengan berbagai bentuk
  • Bermain puzle tunggal
  • Melibatkan anak saat membereskan mainan
  • Memperkuat motorik kasar anak dengan membolehkan anak bergerak bebas,
  • Melatih kekuatan motorik halusnya dengan cara memegang, meremas, menjumput, menjepit, merobek kertas, dll.
  • Main keaksaraan untuk mendukung kemampuan membaca anak usia 4-6 tahun
  • Buku – buku – buku – buku
  • Membolehkan anak untuk memilih buku cerita yang diminatinya
  • Menuliskan nama anak, lalu anak menyusunnya dengan menggunakan kartu huruf
  • Menuliskan kegiatan yang dikerjakan anak
  • Mendiskusikan kata baru yang didapatkan dari buku bacaan.
  • Bermain menyelesaikan kata, misalnya bo + la = bola Menggabungkan kartu suku kata dengan mencocokkan kata yang telah dibuat kader
  • Memancing kartu huruf sesuai nama sendiri
  • Mencetak huruf dengan playdough sesuai dengan namanya
  • Mencari kartu yang bertuliskan nama temannya
  • Membaca puisi yang memuat kata-kata yang hampir sama hurufnya, misalnya Tari senang menari, Tari juga senang berlari, dst
  • Membuat cerita dari kumpulan kalimat yang diucapkan anak.
  • Menuliskan nama anak dengan mengubah huruf awal dengan huruf yang sedang diperkenalkan, misalnya mengenalkan huruf S, nama Kania jadi Sania,
  • Mengelompokkan nama binatang yang huruf depannya sama, misalnya katak, kura-kura, kadal, dst.
  • Melibatkan anak saat membereskan mainan yang sudah digunakannya
  • Bernyanyi dengan gerak dan irama sederhana, berulang-ulang
  • Membaca buku bersama anak, berulang terus-menerus
  • Puzzle bentuk
  • Meronce
  • Menghadirkan buku-buku yang paling disukai anak
  • Kegiatan yang mendukung kemampuan menulis anak 3-4 tahun
  • Membuat coretan pada kertas besar dengan crayon atau spidol.
  • Membuat coretan dengan batang kayu di tanah atau pasir
  • Melukis dengan cat jari
  • Menjepit biji-bijian atau buah-buahan terbuat dari kayu dengan wadah dan penjepit.
  • Mengocok air sabun dengan alat pengocok telur
  • Meremas: daun, koran bekas, parutan kelapa, ublek, tanah lempung, playdough, dll.
  • Mencetak playdough, tanah liat, pasir basah dengan cetakan huruf
  • Kegiatan menggunting
  • Main keaksaraan untuk mendukung kemampuan menulis anak usia 4-6 tahun
  • Menyediakan berbagai huruf, kata dan suku yang terkait dengan nama anak atau kata-kata yang sudah dikenal anak.
  • Melukis dengan kuas, dengan cat jari
  • Menjiplak huruf-huruf dengan menggunakan cetakan huruf
  • Menjiplak kata yang sudah ditulis guru
  • Mengingatkan anak untuk selalu menuliskan namanya pada setiap kertas kerjanya
  • Membuat buku dari kumpulan gambar anak dengan cerita yang ditulis anak
  • Membuat kata-kata yang paling sering diucapkan kader untuk ditunjukkan kepada anak saat kader menyebutkan kata tersebut, lalu anak menuliskannya. Misalnya kata ”terima kasih” ” maaf” ”tolong”.
  • Menyediakan kertas, pensil, craton, spidol warna di setiap tempat yang disukai anak.
  • Memberi kesempatan anak-anak untuk mengurutkan, mengklarifi-kasikan, menyusun pola, dan mengorganisasikan bahan serta menyediakan pengalaman awal menulis dan membaca.
  • Dirancang secara khusus untuk memperkuat keterampilan dan pengetahuan tersebut
Lima langkah yang harus diulang-ulang
• Pilih mainan yang diinginkan
• Selesaikan hingga tuntas
• Tunjukkan pada guru
• Rapikan kembali
• Pilih mainan yang lain.

AREA MASAK / SENTRA MASAK
Dalam area Masak atau sentra masak juga dapat dikembangkan secara utuh kegiatan yang terkait dengan keaksaraan dan berhitung permulaan. Sentra / Area ini sangat kental dengan keaksaraan (huruf, angka, bunyi, dll) dan sains. Dalam sentra masak terdapat beberapa hal pokok yang dapat meningkatkan perkembangan anak dalam hal keaksaraan dan angkanya yaitu antara lain:
Konsep matematika menjadi kegiatan yang nyata
Anak melihat banyak perubahan yang terjadi yang merupakan sebuah proses.
Anak memiliki wawasan yang memperkaya ruang pengetahuannya
Anak berkembang secara sosial dalam keterampilan aksaranya. dll.

Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber !!