Media Informasi Seputar pendidikan

Showing posts with label Anak Usia Dini. Show all posts
Showing posts with label Anak Usia Dini. Show all posts

Thursday, November 1, 2018

INILAH 10 ALASAN SWEDIA DISEBUT NEGARA PALING RAMAH ANAK DAN KELUARGA

PAUD-Anakbermainbelajar---Anak dan keluarga adalah hal yang sangat penting untuk mendukung kemajuan sebuah bangsa. Perawatan anak membutuhkan perhatian dari berbagaia kalangan, baik swasta maupun pemerintah. Banyak negara yang telah memperbaiki sistem pengasuhan dan pendidikannya hingga benar-benar bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang anak dalam suatu keluarga. Swedia merupakan negara di Eropa yang terkenal sebagai negara yang paling ramah anak dan ramah keluarga karena berbagai kebijakannya yang mendukung dan memudahkan kehidupan anak dan keluarga.

Anak dan keluarga adalah hal yang sangat penting untuk mendukung kemajuan sebuah bangsa INILAH 10 ALASAN SWEDIA DISEBUT NEGARA PALING RAMAH ANAK DAN KELUARGA
Anak PAUD di Swedia - Foto: lampung.tribunnews.com


Di Tahun 2017 ini, negara asal lahirnya penghargaan yang bernama ‘Nobel’ ini dinobatkan sebagai satu dari lima negara dengan penduduk paling bahagia di dunia bersama Denmark, Norwegia, Swiss, dan Belanda berdasarkan laporan Columbia University's Earth Institute. Ukuran kebahagiaan itu atas dasar kemakmuran, pendapatan, jaminan kesehatan, bebas korupsi, dan bebas membuat pilihan hidup.

Seperti yang Dilansir dari situs Sweden.se. ada 10 alasan mengapa Swedia disebut ramah anak dan keluarga sebagai berikut:


1. Fasilitas perawatan untuk ibu hamil

Sebelum melahirkan, para ibu hamil di Swedia akan mendapatkan kursus gratis untuk mempersiapkan mereka saat bersalin, mempelajari teknik pernapasan, dan sesi pelatihan lain. Khusus bagi ibu dengan kerja berat dan berisiko, mereka berhak mendapatkan benefit tambahan (graviditetspenning) seperti cuti yang lebih awal dari pekerjaan dan menerima tunjangan kehamilan sebanyak 80 persen dari gaji oleh Swedish Social Insurance Agency. Selain itu, banyak rumah sakit di Swedia yang menyediakan fasilitas seperti 'hotel' bagi ibu dan pasangan untuk menginap selama 2 atau 3 hari setelah melahirkan, agar perawat dapat terus memonitor ibu dan kesehatan bayi.



2. Cuti melahirkan yang panjang

Swedia adalah salah satu negara yang terkenal dengan cuti melahirkan yang panjang. Sejak 1995, Swedia menetapkan peraturan cuti bagi orangtua demi merawat anak.  Orangtua di Swedia berhak mendapat cuti 480 hari saat anak lahir atau diadopsi. Orang tua (ayah dan ibu) berhak mendapatkan cuti berbayar selama 480 hari  dan berlaku hingga anak berusia 8 tahun. Selain itu, orangtua juga memiliki hak hukum untuk mengurangi jumlah jam kerja normal mereka hingga 25 persen sampai anak mencapai usia 8 tahun.



3. Tugas ayah dan ibu hampir setara

Jika Anda berjalan-jalan di Swedia, Anda akan melihat banyak ayah yang mendorong stroller dan menyuapi anak-anaknya di taman dan kafe. Pemerintah Swedia memang berusaha menyetarakan tugas ayah dan ibu dalam merawat anak-anaknya.

Anak dan keluarga adalah hal yang sangat penting untuk mendukung kemajuan sebuah bangsa INILAH 10 ALASAN SWEDIA DISEBUT NEGARA PALING RAMAH ANAK DAN KELUARGA
Ayah di Swedia Foto: Internasional kompas

 
4. Tunjangan bulanan untuk setiap anak

Selain cuti 480 hari yang dibayar, pemerintah Swedia juga memberikan tunjangan bulanan kepada setiap anak, Tunjangan itu diberikan sampai anak berumur 16 tahun. Apabila orangtua di Swedia tercatat berada dalam garis kemiskinan, pemerintah memberikan tunjangan anak 125 dolar atau sekitar Rp 1,65 juta per bulan. Tunjangan tersebut senilai 1.050 SEK atau sekitar Rp 1,8 juta perbulan. Orang tua dapat menggunakan tunjangan ini sebagai dana merawat anak-anaknya.  Jika memiliki lebih dari satu anak, otomatis tunjangan juga meningkat. Nah, bagi orang tua yang memiliki 6 anak, tidak hanya mendapatkan 6.300 SEK tiap bulan, tetapi akan ditambahkan sebesar 4.114 SEK.


5. Biaya sekolah gratis

Biaya sekolah anak berusia 6-19 tahun (TK-SMA) gratis beserta makan siangnya. Namun, bagi anak pra-sekolah wajib membayar paling mahal 1.278 SEK setiap bulan.



6. Biaya kesehatan hampir gratis

Biaya kesehatan termasuk perawatan gigi anak gratis sampai usia 20 tahun dan bayi wajib mendapatkan vitamin D yang diberikan secara cuma-cuma pula.



7. Bus gratis untuk orang tua yang membawa kereta bayi

Di beberapa kota besar di Swedia, termasuk Stockholm, ditetapkan  aturan agar orang tua yang membawa kereta dorong bayi agar gratis ketika naik bus.



8. Banyak buku bacaan untuk anak

Bagaimana Swedia membuat anak-anak agar cinta membaca? Setiap tahun, ribuan buku anak-anak diterbitkan. Selain itu, pihak perpustakaan menjaga dengan baik koleksi-koleksi buku bacaan klasik anak-anak agar bisa dibaca setiap generasi.


Anak dan keluarga adalah hal yang sangat penting untuk mendukung kemajuan sebuah bangsa INILAH 10 ALASAN SWEDIA DISEBUT NEGARA PALING RAMAH ANAK DAN KELUARGA
Anak PAUD Swedia  Membaca Buku - Foto: Foto. dailyherald.com


9. Banyak tempat umum ramah bayi

Membawa bayi berjalan-jalan di Swedia akan sangat menyenangkan karena banyak fasilitas yang mendukung. Misalnya, jalan di taman dibuat agar dapat dilalui kereta dorong, pusat perbelanjaan dipastikan memiliki nursery room (Ruang menyusui) dan changing room (Ruang ganti pakaian), restoran menyediakan high chair (kursi makan anak) dan banyak parkiran khusus untuk kereta dorong bayi.



10. Aturan tentang orang tua menemani anak sakit

Orang tua yang ingin menjemput anak lebih awal dari pre-school atau menemani anak yang sedang sakit, berhak mendapatkan izin dari perusahaan. Sementara bagi orang tua yang cuti lama demi menemani anak yang sakit atau cacat tetap akan dibayar 80 persen dari gaji. Selain itu, anak yang sakit dan cacat lebih dari 6 bulan akan mendapatkan tunjangan tambahan hingga mereka berusia 19 tahun.

Sumber:

Wednesday, October 31, 2018

INILAH 10 MANFAAT MENGGAMBAR DAN MEWARNAI UNTUK ANAK USIA DINI

MANFAAT MENGGAMBAR DAN MEWARNAI UNTUK ANAK USIA DINI INILAH 10 MANFAAT MENGGAMBAR DAN MEWARNAI UNTUK ANAK USIA DINI
PAUD-Anakbermainbelajar----Ketika anak berusia 0-5 tahun, ia berada pada tahap golden age (masa emas). Masa ini ialah masa dimana pertumbuhan dan perkembangan anak sedang dalam masa bagus-bagusnya. Oleh karena itu hendaknya orang tua mengarahkan anak ke dalam berbagai kegiatan positif. Sebab melalui berbagai kegiatan positif ini anak yang sedang dalam masa golden age tadi pertumbuhan dan perkembangannya akan terarah dengan baik. Selain itu ketika masa golden age ini anak akan lebih mudah menyerap apa yang oleh orang tua dan lingkungannya ajarkan. Jika orang tua dan lingkungannya mengajarkan hal-hal baik ketika ia pada masa golden age maka kebiasaan itu akan terbawa hingga ia besar. Begitu juga sebaliknya ketika ia banyak mendapat pengaruh negatif dari lingkungannya maka perilaku buruklah yang akan ia miliki dan kemungkinan akan terus dimiliki hingga anak dewasa. Nah salah satu kegiatan yang bisa anda berikan kepada buah hati anda yang berusia 0-5 tahun yakni menggambar dan mewarnai. Sebab menggambar dan mewarnai ini memiliki beberapa manfaat positif untuk buah hati anda:

1. Sebagai Wadah Ekspresi kreasi Anak

Dengan menggambar dan mewarnai anak bisa mengekspresikan dirinya tergantung apa yang ia sukai. Bisa jadi ia hanya membentuk gambar-gambar tidak jelas dengan kombinasi berbagai warna, ataupun ia akan menggambar tokoh-tokoh maupun benda-benda yang ia sukai dan sering ia lihat. Biasanya semakin dewasa anak kemampuan menggambarnya semakin baik jika memang diasah sejak dini.


2. Melatih Motorik halus dari Kelentukan Tangan Anak

Ketika anak sudah dibiasakan untuk menggambar ataupun mewarnai maka ia akan terlatih dalam menggengam pensil dan karayon. Oleh karena itu ketika ia belajar menulis kelak di SD ia tidak akan kaku lagi. Jadi sebaiknya ketika anak menggambar atau mewarnai diperhatikan dan dibantu cara memegang dan menggenggam pensilnya. Awalnya biarkan anak menggenggam seperti keinginan mereka yang penting mereka merasa nyaman, selanjutnya dibantu dan diarahkan cara memegang dan menggenggam pensil atau krayon yang baik dan benar.


MANFAAT MENGGAMBAR DAN MEWARNAI UNTUK ANAK USIA DINI INILAH 10 MANFAAT MENGGAMBAR DAN MEWARNAI UNTUK ANAK USIA DINI
Perhatikan Cara Anak Menggenggam alat tulisnya.

3. Membantu Anak mengenal warna dan campurannya

Pada kegiatan mewarnai gambar yang telah anak buat, secara tidak langsung ia akan belajar tentang warna. Baik itu jenisnya, maupun kegunaanya, Seperti warna gelap untuk apa dan warna terang untuk apa.


4. Melatih fokus dan konsentrasi anak

Setiap kegiatan dan pekerjaan anak kelak ketika dewasa, tentu harus dilakukan dengan konsentrasi dan fokus yang besar. Anak yang telah terbiasa berkonsentrasi tentunya tidak akan kesulitan lagi. Nah bunda kegiatan menggambar dan mewarnai ini juga dapat membantu melatih anak untuk meningkatkan fokus dan konsentrasinya.


5. Melatih Kesabaran pada anak

Menggambar dan mewarnai bukanlah hal yang mudah dan memerlukan proses. Oleh karena itu dengan kegiatan ini anak dilatih kesabarannya menjalani proses dari awal hingga akhir kegiatan menggambar dan mewarnai. Bahwa untuk menciptakan sesuatu yang bagus dan indah itu tidaklah mudah tetapi melalui perjalanan dan proses yang memerlukan konsistensi.


6. Mengasah sistem motorik

Pada saat menggambar maupun mewarnai sistem motorik anak, khususnya tangan dapat bekerja dengan baik. Melalui aktifitas ini otot-otot tangan akan bekerja dan terlatih untuk melakukan sesuatu. Sehingga dikemudian hari jika ia melakukan kegiatan yang menggunakan tangannya ia tidak akan kaku dan mudah lelah.


7. Melatih kreatifitas dan daya imajinasi

Saat menggambar maupun mewarnai anak hendaknya diberikan kebebasan untuk menggambar apapun yang ia suka dan memwarnai sesuai warna yang ia pilih. Hal ini dalam rangka melatih kreatifitas dan daya imajinasi.


8. Melatih membuat target

Melalui kegiatan menggambar dan mewarnai ini anak juga dilatih membuat target, yaitu target gambar apa yang dibentuk, warna apa yang dipakai, berapa lama waktu yang diperlukan, serta hasilnya ingin seperti apa. Hal ini baik karena jika ia terbiasa membuat target sejak kecil, kelak ketika ia besar ia tak akan kesulitan membuat target lain dalam hidupnya.


9. Mengenalkan anak pada nilai estetika

Menggambar dan mewarnai merupakan suatu proses yang akan menghasilkan sebuah karya dengan nilai indah. Oleh karena itu ketika anak diajarkan dua hal ini ia sudah dikenalkan pada apa itu suatu keindahan, bagaimana cara membuatnya, serta bagaimana cara mengapresiasinya.


10. Mengenalkan anak pada garis batas dan aturannya

Setiap gambar memiliki garis batas/ tepi, sehingga ketika anak menggambar ia tidak boleh melebihi batas itu. Fungsinya agar gambar terlihat rapi dan tidak melebar kemana-mana. Hal ini bisa saja dikaitkan bahwa segala sesuatu itu ada batasnya dan tidak boleh berlebihan. Anak disini diajarkan untuk disiplin dan konsisten dalam hal peraturan dan tata tertip yang ada lingkungannya. 

Demikianlah 10 manfaat menggambar dan mewarnai bagi anak usia dini, yang sangat perlu bunda-ayah dukung dan bantu sehingga ananda sangat senang melakukannya. semoga artikel ini bermanfaat. terimakasih..jangan lupa dishare ya bunda...

INILAH ALASAN PENTINGNYA MENGENALKAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI

PAUD-Anakbermainbelajar----Pengusaan bahasa Inggris pada era-globalisasi seperti sekarang ini mutlak dibutuhkan. Hal ini didasari atas kebutuhan dasar manusia yang tak dapat ditawar lagi yakni aspek komunikasi dan informasi. Semakin pesat arus globalisasi, maka semakin tak berbataslah ruang dan waktu. Seorang anak yang terlahir pada era seperti ini dihadapkan dengan kondisi dimana warga belajar harus menguasai bahasa Inggris yang dalam politik bahasa nasional kita disebut sebagai bahasa asing pertama. Berdasar pada asumsi akan hilanya batasan antara satu negara dengan negara lain, dapat kita pastikan baahwa bahasa Inggris akan mengambil bagian tempat dari bahasa Indonesia dalam hal komunikasi. Sangat pentingnya penguasaan bahasa Inggris lebih didasari lagi akan kenyataan minimnya buku maupun bahan kepustakaan yang berkualitas yang ditulis dalam bahasa Indonesia, sehingga tak dapat dihindari lagi setiap individu yang ingin maju membutuhkan bahasa Inggris dalam rangka pemahaman peningkatan ilmu pengetahuan. Penguasaan bahasa Inggris ini menjadi salah satu prioritas perencanaan pemerintah kita khususnya di jalur pendidikan baik itu formal, nonformal, maupun informal.

globalisasi seperti sekarang ini mutlak dibutuhkan INILAH ALASAN PENTINGNYA MENGENALKAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI

Jalur formal telah sejak dulu merintis pengembangan bahasa Inggris dengan menempatkan pelajaran bahasa Inggris dalam kurikulumnya. Tak tanggung-tanggung, pelajaran bahasa Inggris menjadi satu dari beberapa pelajaran lain yang diujinasionalkan. Namun sepertinya hasilnya belum memperhatikan hasil yang maksimal, mengingat minimnya jam pelajaran yang ada. Usaha pemerintah tak berhenti sampai di sini, jalur nonformal pun tak kalah seru geliatnya dalam mengembangkan bahasa Inggris mulai dari lembaga yang bermanajemen professional hingga yang tergolong asal-asalan.

Melihat usaha pemerintah kita yang begitu keras dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakatnya serta melihat pada kenyataan belum maksimalnya hasil yang didapat dari usaha tersebut, saya mencoba berpikir akan penyebab awal yang menghambat usaha tersebut hingga tidak menghasilkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Hasil analisa saya akan penyebab utama permasalahan ini lebih pada keterlambatan kita dalam mengajarkan bahasa Inggris pada tiap individu. Jika melihat pada sistem pendidikan pendidikan formal, Seorang murid mulai diajarkan bahasa Inggris pada level sekolah lanjutan tingkat pertama, (meskipun sudah ada beberapa sekolah dasar dan taman kanak-kanak yang mulai memasuki pelajaran bahasa Inggris dalam kurikulumnya). Di sini jelas muncul permasalahan yang kontradiktif dengan teori psikologi perkembangan yang menyatakan bahwa usia 0-6 tahun adalah masa dimana anak seharusnya mulai belajar bahasa.

Hal ini didukung oleh pendapatnya Dryden dan Jeannette Vos yang menyatakan bahwa lima puluh persen kemampuan belajar seseorang dikembangkan pada masa emapt tahun pertamanya termasuk di dalamnya belajar bahasa. Mereka juga menambahkan bahwa tahun-tahun yang amat penting tersebut meletakan landasan bagi semua proses belajar di masa depan. Senada dengan pendapat tersebut, McLaughlin dan Genesee menyatakan bahwa anak-anak lebih cepat memperoleh bahasa tanpa banyak kesukaran dibandingkan dengan orang dewasa. Tak dapat disanggahkan lagi, Eric H. Lennenberg, ahli neurologi, berpendapat bahwa sebelum masa pubertas, daya pikir (otak) anak lebih lentur, sehingga memungkinkannya menangkap bahasa yang dipelajarinya dengan mudah. Hal ini dapat dibuktikan dengan menempatkan seorang anak pada sebuah lingkungan yang menggunakan bahasa tertentu, maka dengan sendirinya ia akan menguasai bahasa tersebut. Bukti nyata yang dapat kita lihat adalah bagaimana penguasaan anak terhadap bahasa ibu, dan bahasa ibu yang kita miliki tentulah hasil dari pembelajaran bahasa di masa kanak-kanak kita. Dengan berlatar belakang pada kenyataan-kenyataan ini dapat saya katakan bahwa semakin  dini anak belajar bahasa baik bahasa itu bahasa ibu, bahasa Indonesia, maupun bahasa asing maka semakin mudah anak tersebut menguasainya.

Jika memang faktor keterlamabatan pengajaran bahasa Inggris menjadi penyebab utama dari permasalahan ini, maka diperlukan sebuah jalan keluar yang paling cocok untuk menyelesaikannya, salah satunya adalah peningkatan peran keluarga dalam upaya pengembangan kemampuan berbahasa Inggris pada anak. Keluarga dalam hal ini orang tua atau keluarga lainnya dapat mengajarkan bahasa Inggris mulai dari hal yang paling mudah, misalnya mengenalkan anak kita dengan benda-benda yang ada di sekelilingnya degan menunjukan gambar-gambar yang menarik. Di sini sekalipun anak belum berada pada usia dimana ia mampu menggunakan seluruh inderanya, kita masih bisa mengajarkan anak kita melalui indera tertentu yang sudah optimal. Misalnya indera penglihat dan pendengar. Orangtua dapat mengenalkan benda-benda yang ada disekelilingnya dengan maksud merangsang indera penglihatannya. Sambil menunjukan benda tersebut orang tua juga harus tetap mengucapkan nama benda tersebut seolah-olah anak tersebut dapat menirukannya. Terkait dengan hal ini, hal yang paling penting untuk dimengerti adalah bahwasanya kita sebagai orangtualah yang paling mengerti keadaan dan kemampuan anak kita, sehingga kita dituntut untuk kreatif mengembangkan kemampuan kita untuk mendesain metode yang paling sesuai untuk mengajarkan bahasa Inggris yang tentunya tetap disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan anak kita.

Demikianlah artikel singkat tentang alasan pentingnya mengenalkan pembelajaran bahasa Inggris pada Anak Usia Dini, Semoga bermanfaat. terimakasih.


MENGENAL PENGERTIAN DAN MANFAAT BERMAIN SIMBOLIK PADA ANAK USIA DINI (PAUD)

PAUD-Anakbermainbelajar----pada kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) khususnya dalam konsep pembelajaran berbasis sentra dan BCCT kita mengenal kegiatan bermain simbolik pada anak. Kegiatan sering terlihat dalam berbagai kesempatan di keseharian PAUD, anak tidak hanya bermain sendiri, tetapi juga bermain simbolik bersama-sama dengan teman-temannya. Apa sich bermain simbolik itu ? dan bagaimana manfaatnya untuk anak ?, nah dalam kesempatan ini kami penulis blog PAUD-Anakbermainbelajar, akan menguraikan sedikit tentang bermain simbolik pada anak usia dini tersebut, sebagai berikut;
pada kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini  MENGENAL PENGERTIAN DAN MANFAAT BERMAIN SIMBOLIK PADA ANAK USIA DINI (PAUD)
 
Secara pengertian bermain simbolik sendiri mempunyai banyak istilah, seperti kita sering mendengar bermain pura-puraan, pura-pura, engga beneran, bermain hayal atau bermain peran. Bermain simbolik adalah kegiatan bermain yang ditandai oleh kemampuan anak untuk merepresentasikan pengalaman aktual atau khayalannya melalui penggunaan penggunaan beberapa objek, gerakan, dan bahasa (Yawkey & Pellegrini, 1997). Menurut Papalia, di dalam kegiatan bermain simbolik, anak-anak memakai objek untuk mewakili atau menjadi simbol dari sesuatu yang lain, misalnya boneka dianggap sebagai bayi. lebih jauh Papalia mengungkapkan bahwa jika ditinjau dari kompleksitasnya, kegiatan ini merupakan jenis bermain yang lebih kompleks dari kegiatan bermain fungsional maupun konstruktif. Kegiatan bermain simbolik muncul di akhir tahap sensorimotor. 

Banyak psikolog dan ahli pendidikan beranggapan bahwa banyaknya waktu yang digunakan oleh anak untuk bermain simbolik sejak usia di bawah tiga tahun sampai permulaan sekolah dasar mempunyai peranan penting dalam kehidupan anak. Piaget dan Iheldel (1969) mengungkapkan bahwa bermain simbolik merupakan "puncak" (the apoggee) kegiatan bermain pada anak karena mempunyai beberapa manfaat berkaitan dengan perkembangan emosi, sosial, dan kognitif (bahasa).

Dari segi emosi anak mempunyai kesempatan untuk melakukan asimilasi sesuai dengan kebutuhannya, yaitu melalui transformasi dari keadaan sesungguhnya menjadi sesuatu yang diinginkan. Timbul perasaan puas dan lega karena anak berhasil melampiaskan segala keinginannya, tanpa merasa takut akan sanksi yang akan diterimanya dari orang dewasa. Selain itu, anak juga belajar untuk menjalankan berbagai peran dan menyesuaikan diri dengan emosi yang tidak menyenangkan, memperoleh kebahagiaan karena dapat melampiaskan kreativitasnya, memperoleh pemahaman terhadap sudut pandang orang lain. Dalam aspek sosial, anak belajar mengembangkan keterampilan untuk memecahkan berbagai masalah. 
 
pada kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini  MENGENAL PENGERTIAN DAN MANFAAT BERMAIN SIMBOLIK PADA ANAK USIA DINI (PAUD)

Dari segi aspek kognitif, bermain simbolik memberikan sumbangan pada perkembangan intelektual anak sebab secara bergantian terjadi asimilasi dan akomodasi, Piaget dan Inhelder (1969). Singer mengatakan bahwa bermain simbolik akan mengembangkan kemampuan anak untuk berpikir abstrak dan kemungkinan untuk berpura-pura, serta mempelajari kata-kata maupun ungkapan baru yang bersumber dari peran yang dimainkan anak dalam situasi yang serba baru.
 
Seorang Ahli bernama Smilansky, pernah melakukan penelitian dan mengamati tentang anak-anak yang berasal dari keluarga kelas sosial ekonomi rendah kurang terlibat di dalam kegiatan bermain sosiodrama (simbolik), hal ini ternyata membuat anak-anak tersebut banyak mengalami kesulitan akademis di sekolanya. Smilansky memberikan dugaan sementara bahwa kesulitan yang dialami anak-anak ini di sekolah disebabkan karena mereka tidak mampu bermain peran. Bermain sosiodrama meningkatkan keterampilan sosial, merangsang perkembangan bahasa, dan memberi peluang bagi anak untuk menggunakan serta menginterpretasikan simbol-simbol. Oleh karena itu, anak-anak yang tidak mampu bermain simbolik lebih sulit untuk menyesuaikan diri dengan tugas-tugas sekolah bila dibandingkan dengan anak-anak yang terbiasa bermain sosiodrama.

Demikianlah bunda sekilas tentang pengertian dan manfaat bermain simbolik pada anak usia dini khususnya dalam kegiatan bermain di PAUD, semoga dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang konsep bermain pada anak. Terimakasih sudah berkunjung kembali ke weblog ini. Wassalam.